Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Kontrak Berjangka Memanfaatkan Potensi Altcoin di CME Group

Kontrak Berjangka Memanfaatkan Potensi Altcoin di CME Group

CointurkCointurk2026/01/16 11:47
Tampilkan aslinya
Oleh:Cointurk

CME Group, pemain utama di pasar derivatif global, telah mengumumkan rencana ekspansi signifikan di tengah meningkatnya minat institusi terhadap cryptocurrency. Perusahaan ini akan memperkenalkan kontrak berjangka yang berbasis pada proyek altcoin terkemuka seperti Cardano, Chainlink, dan Stellar. Setelah mendapat persetujuan regulasi, kontrak berbasis altcoin ini dijadwalkan mulai diperdagangkan pada 9 Februari. Perkembangan ini menyoroti semakin menariknya alat manajemen risiko yang teregulasi di kalangan investor individu maupun institusi.

Kontrak Berjangka Baru: Apa yang Ditawarkan?

Kontrak berjangka yang baru diumumkan oleh CME Group dirancang untuk memenuhi berbagai skala modal, tersedia dalam ukuran mikro dan standar. Kontrak berjangka berbasis Cardano ditetapkan pada 100.000 ADA untuk kontrak standar dan 10.000 ADA untuk kontrak mikro. Kontrak berjangka Chainlink akan diperdagangkan dengan 5.000 LINK per kontrak standar dan 250 LINK per kontrak mikro. Demikian pula, kontrak berjangka Stellar akan memiliki ukuran 250.000 XLM untuk standar dan 12.500 XLM untuk kontrak mikro.

Penawaran terstruktur ini memberikan fleksibilitas bagi berbagai peserta, mulai dari manajer portofolio profesional hingga investor yang mencari eksposur terbatas. Manajemen CME menekankan meningkatnya permintaan terhadap produk yang transparan dan dapat diaudit di pasar crypto, seiring meningkatnya volatilitas. Giovanni Vicioso, Global Head of Crypto Products di CME, menegaskan bahwa investor mencari peluang tidak hanya untuk mengelola risiko harga tetapi juga untuk terlibat dengan pasar yang teregulasi.

Minat Institusi, Likuiditas, dan Prospek ETF

Pengenalan kontrak berjangka untuk Cardano, Chainlink, dan Stellar oleh CME dipandang sebagai cerminan kepercayaan institusi terhadap keandalan harga spot aset-aset ini. Kasus-kasus sebelumnya menunjukkan bahwa produk derivatif berbasis crypto yang terdaftar di CME sering kali membuka jalan bagi aplikasi ETF spot di Amerika Serikat. Oleh karena itu, kontrak baru ini tidak hanya mewakili alat lindung nilai, tetapi juga langkah menuju menjembatani keuangan tradisional dan pasar crypto.

Ukuran pasar crypto ini mendukung minat tersebut. Token ADA milik Cardano menempati peringkat tinggi dengan kapitalisasi pasar sekitar $14,5 miliar, sementara Chainlink dan Stellar bernilai sekitar $10 miliar, menempatkan mereka di antara 25 cryptocurrency teratas. CME Group awalnya memulai langkah di dunia crypto dengan kontrak berjangka Bitcoin pada tahun 2017, kemudian berkembang mencakup kontrak berjangka berbasis Ethereum, XRP, dan Solana. Pada tahun 2025, perusahaan ini mencapai volume rata-rata harian tertinggi sebanyak 278.300 kontrak dan open interest sebesar $26,4 miliar dalam derivatif berbasis crypto.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Saham Eropa catat penurunan terbesar dalam dua bulan! Harga minyak tembus seratus, peringatan inflasi, pasar bertaruh Bank Sentral Eropa dan Inggris akan menaikkan suku bunga empat kali.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 1,41% pada hari Rabu, mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli. Seiring harga minyak Brent kembali menembus 100 dolar AS, para trader bertaruh bahwa European Central Bank dan Bank of England akan menaikkan suku bunga sekitar 90 basis poin masing-masing sebelum 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor dua tahun pada hari Rabu sempat naik menjadi 3,08%, tertinggi sejak Juni 2024. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa penetapan harga kenaikan suku bunga saat ini mungkin sudah berlebihan, karena saat ini belum ada bukti meluasnya inflasi dan risiko penurunan ekonomi zona euro akan membatasi ruang kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

华尔街见闻2026/09/09 19:46