Logam Mengalami Pengambilan Keuntungan Menjelang Rilis Data Penting
Pekerjaan Sektor Swasta AS Pulih pada Bulan Desember
Berdasarkan data terbaru ADP, pekerjaan sektor swasta di Amerika Serikat meningkat sebanyak 41.000 pekerjaan pada bulan Desember, menandai perubahan arah dari penurunan pada bulan sebelumnya. Dalam perkembangan lain, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa perusahaan Wall Street akan dilarang membeli rumah keluarga tunggal.
Kinerja Pasar Saham
Pada hari Rabu, pasar saham AS menunjukkan hasil yang beragam. S&P 500 berakhir lebih rendah, terbebani oleh penurunan pada perusahaan keuangan besar seperti JPMorgan dan Blackstone. Sebaliknya, saham teknologi seperti Nvidia dan Alphabet membantu mendorong Nasdaq lebih tinggi, seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan. Dow Jones Industrial Average turun 0,94%, S&P 500 turun 0,34%, sementara Nasdaq Composite berhasil mencatat kenaikan tipis sebesar 0,16%. Sementara itu, dolar AS tetap relatif stabil.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Harga emas dan perak naik: Risiko Selat Hormuz menutupi tekanan suku bunga

Saham Eropa catat penurunan terbesar dalam dua bulan! Harga minyak tembus seratus, peringatan inflasi, pasar bertaruh Bank Sentral Eropa dan Inggris akan menaikkan suku bunga empat kali.
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 1,41% pada hari Rabu, mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli. Seiring harga minyak Brent kembali menembus 100 dolar AS, para trader bertaruh bahwa European Central Bank dan Bank of England akan menaikkan suku bunga sekitar 90 basis poin masing-masing sebelum 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor dua tahun pada hari Rabu sempat naik menjadi 3,08%, tertinggi sejak Juni 2024. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa penetapan harga kenaikan suku bunga saat ini mungkin sudah berlebihan, karena saat ini belum ada bukti meluasnya inflasi dan risiko penurunan ekonomi zona euro akan membatasi ruang kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

