Wunsch dari ECB Percaya Kebijakan Saat Ini Sudah Tepat, Tidak Menutup Kemungkinan Kenaikan Suku Bunga sebagai Langkah Berikutnya
Wunsch dari ECB: Sikap Kebijakan Saat Ini Sudah Tepat, Kenaikan Suku Bunga Tidak Dikesampingkan
Pierre Wunsch, anggota Dewan Pemerintahan European Central Bank dan kepala National Bank of Belgium, menyatakan pada hari Senin bahwa pendekatan ECB saat ini terhadap suku bunga masih sesuai. Ia juga mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga di masa depan masih dimungkinkan, seiring inflasi di Zona Euro semakin mendekati target 2%.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah bisnis dan keuangan Belgia Trends, Wunsch ditanya apakah inflasi akan menjadi masalah yang tidak relevan pada tahun 2026. Ia menjawab dengan positif, "Ya, dan itu adalah berita yang menggembirakan." Percakapan ini, yang awalnya diterbitkan pada 19 Desember dan diperbarui hari ini, menyoroti bahwa inflasi Zona Euro semakin mendekati tingkat 2% yang diinginkan. Wunsch juga mengacu pada pernyataan dari anggota Executive Board, Isabel Schnabel, terkait hal tersebut.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Debat Besar Batas AI: Batas Puncak 2027 vs Pelepasan Kapasitas Besar dan Runtuhnya Harga 2028
Analis Ben Bajarin berpendapat bahwa permintaan daya komputasi AI akan terus meningkat, dan tahun 2027 akan menjadi "titik leher botol" paling parah dalam pembatasan pasokan industri secara keseluruhan, sedangkan pada tahun 2028, penawaran dan permintaan akan tetap seimbang dengan sedikit keketatan. Jay Goldberg memperingatkan bahwa hukum siklus sejarah menunjukkan bahwa kapasitas produksi besar seperti TSMC dapat memicu runtuhnya kekuasaan penetapan harga dan pengembalian margin keuntungan ke nilai rata-rata. Keduanya sepakat bahwa era "tutup mata beli langsung melonjak" pada rantai pasok AI telah berakhir, sehingga para investor harus dengan cermat memilih aset inti yang tahan terhadap penetapan harga lintas siklus.
Jepang sedang menyeret dunia ke dalam “masalah”
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang untuk pertama kalinya dalam 30 tahun menembus 3%, memicu peringatan global. Nomura menyatakan bahwa sumber utama kenaikan imbal hasil jangka panjang global saat ini berasal dari Jepang sendiri—gabungan ekspansi fiskal yang tak terkendali dan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral telah menjadikan premi risiko fiskal sebagai pendorong terbesar. Yang lebih mengkhawatirkan pasar adalah imbal hasil obligasi Jepang yang terus meningkat tidak hanya mengancam neraca keuangan lembaga keuangan global, tetapi juga dapat memecahkan gelembung saham teknologi AI, sehingga memicu perlambatan ekonomi secara tiba-tiba.

