USD/CNH: Diperkirakan akan berfluktuasi dalam kisaran 6.9720 hingga 6.9920 – UOB Group
Dolar AS Diperkirakan Tetap dalam Rentang Sempit
Menurut analis FX Quek Ser Leang dan Peter Chia dari UOB Group, Dolar AS (USD) diperkirakan akan berfluktuasi antara 6.9720 dan 6.9920(UTC+8). Dalam jangka waktu yang lebih lama, status oversold mata uang ini dan momentum yang memudar menunjukkan bahwa penurunan lebih lanjut mungkin akan terbatas, kemungkinan hanya mencapai serendah 6.9590.
Risiko Penurunan Terbatas untuk USD
Outlook Jangka Pendek: Analis mengamati bahwa ketika USD berada di 6.9735 kemarin, ada potensi untuk rebound menuju 6.9805(UTC+8), meskipun pergerakan berkelanjutan di atas level tersebut dianggap tidak mungkin. Mata uang ini melebihi ekspektasi dengan naik ke 6.9915(UTC+8) sebelum mundur dan menutup hari di 6.9827(UTC+8), mencatat kenaikan 0,17%. Dengan penurunan baru-baru ini, momentum kenaikan telah berkurang, dan USD sekarang diperkirakan akan diperdagangkan dalam rentang 6.9720 hingga 6.9920(UTC+8) hari ini.
Perspektif Jangka Menengah: Melihat pergerakan baru-baru ini, penurunan tajam USD bulan lalu tampaknya berlebihan. Meskipun tanda-tanda stabilisasi yang jelas masih belum terlihat, kondisi oversold saat ini dan tekanan turun yang berkurang menunjukkan bahwa penurunan lebih lanjut mungkin akan terbatas, kemungkinan hanya menguji level 6.9590(UTC+8). Outlook ini tetap berlaku selama resistance di 6.9950(UTC+8) tidak terlewati.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Trump tekan Fed untuk "menurunkan suku bunga demi menyelamatkan ekonomi", namun pasar justru bertaruh kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September mencapai 60%
Menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pada bulan September (dijadwalkan pada 15-16 September), Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pejabat tinggi pemerintahannya secara intens menyerukan kepada bank sentral untuk tidak menaikkan suku bunga, bahkan mendesak penurunan suku bunga acuan.

Saham energi AS tetap "murah" setelah reli besar: Harga minyak yang tinggi bisa membawa perbaikan valuasi
Energy Select Sector SPDR ETF yang melacak saham energi AS telah naik lebih dari 43% sejak awal tahun, jauh melampaui sektor S&P 500 lainnya. Meski demikian, sektor energi masih menjadi salah satu sektor dengan valuasi terendah di S&P 500. Harga minyak yang tinggi memberikan keuntungan berlebih bagi saham energi, namun sebelumnya Wall Street menganggap pertumbuhan laba kali ini hanya fenomena sementara. Jika harga minyak tinggi bertahan lebih lama dari perkiraan, perbaikan valuasi saham energi mungkin baru saja dimulai.
Besent membawa penembak kacang bermain perang tank, repo obligasi AS mengalami hambatan, imbal hasil obligasi 10 tahun AS mencapai tertinggi baru dalam tiga tahun
Obligasi pemerintah AS saat ini menghadapi berbagai tekanan seperti harga minyak yang tinggi memperparah inflasi, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang memanas, defisit anggaran yang besar, serta perusahaan-perusahaan yang menerbitkan obligasi secara massal. Sementara itu, skala pembelian kembali sebesar 6 miliar dolar AS juga tidak sesuai ekspektasi pasar. Sebelumnya, Bensen secara jelas menyatakan menekan imbal hasil jangka panjang sebagai tujuan kebijakan, namun pada hari Selasa ia mengakui tidak dapat mengubah harga "keseimbangan" obligasi pemerintah. Analis menunjukkan bahwa pembelian kembali tidak dapat menghentikan pergerakan imbal hasil yang didorong oleh fundamental. "Departemen Keuangan datang ke medan perang tank hanya dengan ketapel."

