Bitcoin: Setelah Pemotongan Suku Bunga, Trader Bersiap untuk Tahun 2026 yang Meledak
Pemotongan suku bunga Fed baru-baru ini telah memicu kembali spekulasi di pasar kripto. Namun, para trader bitcoin kini menargetkan tahun 2026, dengan tujuan ambisius di $130.000 dan $180.000 pada kuartal pertama, alih-alih rebound langsung di akhir tahun.
Ringkasan
- Trader bitcoin menargetkan $130.000 dan $180.000 pada Q1 2026 setelah pemotongan suku bunga Fed.
- Fed kini secara langsung mempengaruhi pasar kripto, dengan pembelian Treasury bills sebesar $40 miliar per bulan, mendukung akumulasi institusional terhadap bitcoin.
- Tahun 2025 berakhir dengan catatan campuran, namun ETF Bitcoin dan ekspektasi pelonggaran moneter pada 2026 menunjukkan tahun yang eksplosif.
Trader Bitcoin Mengurangi Ekspektasi untuk “Santa rally“
Setelah pemotongan suku bunga Fed baru-baru ini, data menunjukkan konsentrasi rekor opsi call untuk Maret 2026, dengan strike di $130.000 dan $180.000. Selain itu, strike $100.000 untuk Desember 2025 mendominasi open interest, dengan 20.900 kontrak, termasuk 18.360 call, yaitu 88% dari aktivitas. Tren ini mencerminkan antisipasi kenaikan bertahap daripada rally langsung.
Analis percaya potensi rebound terbatas pada $99.000 di akhir 2025 karena likuiditas yang menurun dan volatilitas yang menurun. Bitcoin, yang saat ini berada di sekitar $89.500, telah turun 5,5% dari puncak pasca-Fed di $94.267. Oleh karena itu, para trader lebih memilih akumulasi secara sabar untuk 2026.
Strategi seperti long call condors dan bull call spreads mendominasi, menunjukkan kepercayaan pada kenaikan yang terukur. Institusi seperti BlackRock dan Grayscale memperkuat dinamika ini dengan akumulasi besar-besaran bitcoin melalui ETF mereka.
The Fed, Pengaruh Besar Baru di Pasar Kripto?
Keputusan Fed untuk membeli Treasury bills sebesar $40 miliar per bulan bertujuan menjaga likuiditas dalam sistem perbankan. Manuver ini, meskipun teknis, secara tidak langsung mendukung aset berisiko seperti bitcoin. Para trader kini mengamati pernyataan Fed berikutnya, karena setiap indikasi pelonggaran berkepanjangan pada 2026 dapat memicu gelombang pembelian baru. Seperti yang diyakini Gracy Chen, CEO Bitget:
Saran Powell untuk jeda pemotongan suku bunga setelah Desember mengurangi ketidakpastian politik dan mendorong adopsi kripto yang lebih stabil dalam jangka panjang. Pasar memperoleh keyakinan ketika arah moneter jelas, mendorong trader untuk memilih aset seperti Bitcoin daripada altcoin spekulatif.
Sebuah paradoks tetap ada: meskipun inflasi masih di atas 2%, Fed lebih memilih mendukung lapangan kerja, yang meyakinkan pasar kripto. Strategi saat ini, seperti long call condors, mencerminkan antisipasi kenaikan bertahap namun bukan rally yang tidak teratur. Menurut Michael Saylor, bank diam-diam mengintegrasikan bitcoin, sehingga memperkuat kepercayaan jangka panjang.
2025, Akhir Tahun yang Campuran untuk Bitcoin yang Eksplosif di 2026?
Bitcoin mengalami volatilitas pada 2025, mencapai puncak $126.000 pada Oktober, diikuti koreksi di bawah $90.000 pada November. Para trader kini fokus pada akumulasi sabar menjelang rebound 2026. ETF Bitcoin telah mencatat arus masuk rekor, dengan lebih dari $21 miliar sejak Q3 2025.
Pemicu untuk 2026 meliputi potensi pelonggaran moneter Fed, adopsi institusional yang meningkat, dan konteks geopolitik yang stabil. Beberapa analis memprediksi bitcoin di $250.000 pada 2026, tergantung pada stabilitas. Yang lain sepakat pada potensi $130.000 hingga $180.000 pada Q1 2026. Bulan-bulan mendatang akan sangat penting untuk mengonfirmasi prediksi ini.
Trader bitcoin telah dengan jelas menunjukkan strategi mereka: 2025 berakhir tanpa “Santa rally“, tetapi dengan persiapan metodis untuk 2026 yang eksplosif. Target di $130.000 dan $180.000 mencerminkan kepercayaan pada kebijakan moneter dan adopsi institusional. Pertanyaannya bukan lagi apakah BTC akan mencapai level ini, tetapi kapan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Bank Sentral Eropa kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga malam ini, pasar fokus pada jalur kebijakan masa depan dan apakah Lagarde akan tetap menjabat
Bank Sentral Eropa akan mengumumkan keputusan suku bunga pada pukul 20:15 waktu Beijing hari Kamis, dan pasar secara umum memperkirakan bank tersebut akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Premium risiko saham AS turun ke level terendah sejak 2002, JPMorgan: Dampak kenaikan suku bunga akan lebih menyakitkan dibandingkan dua dekade terakhir
Bantalan risiko di pasar saham AS mulai menipis. JPMorgan memperingatkan bahwa ekuitas risk premium S&P 500 telah turun menjadi 2,1%, level terendah sejak 2002, lebih dari 100 basis poin di bawah rata-rata historis. Era premi rendah ini menyimpan tiga risiko utama: sensitivitas pasar saham terhadap guncangan suku bunga meningkat secara sistemik; investor global yang kelebihan alokasi saham ke level tertinggi dalam dua puluh tahun menghadapi tekanan rebalancing; serta penguatan korelasi positif antara saham dan obligasi membuat strategi risk parity terus gagal. Jika suku bunga riil naik lebih lanjut, penyesuaian valuasi yang selama ini berlangsung diam-diam bisa terjadi dengan keras.

"Dividen besar dari 'dua raksasa penyimpanan' tidak mampu menghilangkan 'diskon Korea', investor meragukan apakah reformasi saham Korea sudah cukup"
Dividen dari Samsung dan SK Hynix menjadi ujian bagi langkah reformasi Korea Selatan, karena para investor mencari lebih banyak imbal hasil dalam bentuk tunai.

