Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Laporan pagi anggota 1 September: Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat pertempuran dalam sebulan, Trump berjanji untuk meningkatkan tindakan terhadap Iran.

Laporan pagi anggota 1 September: Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat pertempuran dalam sebulan, Trump berjanji untuk meningkatkan tindakan terhadap Iran.

华尔街见闻华尔街见闻2026/08/31 20:56
Tampilkan aslinya

1. Militer AS dan Iran Kembali Bentrok dalam Sebulan Terakhir Militer AS melakukan serangan udara terhadap dua perangkat peluncur roket di Pulau Larak (Larak Island) milik Iran. Pulau ini terletak di Selat Hormuz, jalur energi terpenting dunia. Komando Sentral AS (CENTCOM) menyatakan, mereka melihat Garda Revolusi Islam (IRGC) sedang bersiap menembakkan roket bermuatan ranjau laut ke jalur pelayaran di selat tersebut. Minggu lalu, CENTCOM baru saja mengumumkan bahwa pembersihan ranjau di jalur pelayaran internasional selat telah selesai. Menanggapi tuduhan Iran, CENTCOM membantah tindakan ini sebagai “agresi”, melainkan menegaskan bahwa itu adalah “aksi terbatas dan presisi” terhadap unit penebar ranjau yang dianggap “mengancam segera”. IRGC mengonfirmasi serangan tersebut dan menyebut ada korban jiwa, serta mengumumkan operasi gabungan rudal dan drone bernama sandi “Menghukum Penyerang” yang menargetkan Pangkalan Udara Raja Hussein dan Pangkalan Udara Azraq di Yordania, dengan klaim telah menghancurkan fasilitas pemeliharaan teknis dan area penempatan pesawat. Militer Yordania mengatakan telah berhasil mencegat 8 rudal. Media AS melaporkan Iran juga menyerang target di Uni Emirat Arab, namun UEA membantah hal tersebut.

2. Trump Bersumpah Akan Terus Menyerang Iran Presiden AS Trump pada hari Senin bersumpah akan melakukan serangan lanjutan terhadap Iran, sehingga konflik yang belakangan ini mereda menjadi “kebuntuan ekonomi” kembali berisiko meningkat menjadi perang terbuka. “Kami akan menyerang mereka dengan keras,” ujar Trump kepada wartawan, “akan ada balasan.”

3. Pernyataan G20 oleh Waller: Dunia Beralih dari ‘Surplus Tabungan’ ke ‘Lonjakan Investasi’ Awal pekan ini waktu setempat, Ketua The Federal Reserve Waller, dalam pertemuan G20 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di Asheville, North Carolina, mengatakan dunia tengah menyaksikan gelombang investasi yang melonjak pesat, mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, keadaan “surplus tabungan global” karena minimnya peluang investasi kini telah berbalik arah.

4. Pertumbuhan PDB India Kuartal II Jauh Melebihi Perkiraan Pasar Data yang dirilis oleh Kementerian Statistik dan Pelaksanaan Program India (MoSPI) pada hari Senin menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun fiskal 2026 (April-Juni 2026), PDB riil India tumbuh 7,8% dibandingkan tahun sebelumnya—jauh lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 7,1% dan proyeksi sebelumnya oleh Reserve Bank of India (RBI) sebesar 7%.

5. Bessent Balas Sindiran Mentor dari Jauh Menanggapi keraguan pasar terhadap langkah Departemen Keuangan “intervensi pasar”, Bessent pada hari Senin (31 Agustus, bersamaan dengan rangkaian acara G20) dalam wawancara dengan CNBC tetap teguh pada pendiriannya. “Dia adalah investor yang hebat, tapi sering berubah pikiran, dan tidak suka kehilangan uang. Kupikir hari ia menulis tajuk opini itu, ia sedang mengalami kerugian,” ujar Bessent mengenai komentar keras Druckenmiller di The Wall Street Journal yang berjudul Let the Bond Market Speak. Bessent bahkan mengklaim keberhasilan—menyatakan bahwa kinerja obligasi AS yang unggul belakangan ini justru berkat langkah Departemen Keuangan. Ia menyimpulkan perbedaan pandangan ini sebagai soal ritme: “Manajer hedge fund suka mempercepat segala sesuatu,” sementara tugasnya sebagai Menteri Keuangan adalah “memperlambat laju pasar.” Ia menegaskan, tujuannya adalah membuat pelaku pasar paham bahwa tren bukan satu arah dan harus “fokus pada fundamental, bukan mengendalikan kebijakan.”

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Dolar mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut, Departemen Keuangan Amerika Serikat melakukan pembelian kembali obligasi untuk mengusir spekulan bullish, sementara sikap hawkish dari Walsh hanya menghasilkan rebound satu hari.

Pada bulan Agustus, dolar AS melanjutkan tren penurunannya, dengan Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,9% dan mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut. Menteri Keuangan AS, Bessent, memperluas program pembelian kembali obligasi pemerintah, sehingga memunculkan spekulasi di pasar bahwa kebijakan AS bertujuan untuk melemahkan dolar. Meskipun Ketua Federal Reserve, Walsh, kembali menegaskan target inflasi 2% dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, Wells Fargo memperingatkan bahwa Fed mungkin tidak akan menepatinya, sehingga tren pelemahan dolar AS kemungkinan berlanjut.

华尔街见闻2026/08/31 21:01