CEO Time Finance mengatakan bahwa RUU Perlindungan Bisnis Kecil saja tidak mungkin mengakhiri budaya pembayaran terlambat di Inggris
Reuters2026/08/12 15:41- CEO Time Finance, Ed Rimmer, mendukung Small Business Protections Bill sebagai langkah tegas dari Inggris untuk menekan pembayaran terlambat.
- Rimmer memperingatkan bahwa perubahan hukum mungkin tidak akan mengubah budaya pembayaran yang sudah melekat; UKM mungkin enggan menegakkan hak baru demi menjaga hubungan dengan pelanggan utama.
- Ia menyoroti dampak struktural terhadap modal kerja UKM, dengan memperkirakan beban sebesar GBP 11 miliar per tahun pada perekonomian Inggris.
- Rimmer merekomendasikan invoice finance sebagai alat jangka pendek untuk mengakses dana dari faktur yang belum dibayar selama perilaku pembayaran masih menyesuaikan.
- Ia mendesak perusahaan besar agar memperlakukan pembayaran tepat waktu sebagai prioritas utama rantai pasok, bukan sekadar kewajiban kepatuhan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Goldman Sachs menurunkan target harga Jabil Technology menjadi 375 dolar AS
Platform pemasaran AI Braze (BRZE.US) melaporkan hasil positif namun saham turun tajam setelah jam perdagangan! Pendapatan dan EPS Q2 melebihi ekspektasi, panduan tahunan dinaikkan.
Platform pemasaran kecerdasan buatan (AI) Braze telah mengumumkan kinerja kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan, sekaligus menaikkan panduan kinerja penuh tahun fiskal 2027.


Bank Komunitas Hawaii, American Savings Bank (ASBH.US) mengajukan IPO: berencana mengumpulkan 120 juta dolar, seluruhnya melalui penjualan saham lama (100%).
Bank komunitas Hawaii, American Savings Bank, mengumumkan persyaratan IPO-nya pada hari Selasa.
