Goldman Sachs meningkatkan kepemilikan NBIS menjadi 10,5%, menjadi institusi nomor satu!
Berdasarkan pengungkapan 13F terbaru, Goldman Sachs secara signifikan meningkatkan kepemilikan atas Nebius (NBIS) hingga akhir kuartal kedua, dari sebelumnya 7,2% menjadi 10,5%. Ini berarti Goldman Sachs kini menggenggam sekitar 23,11 juta saham Nebius, dengan nilai pasar lebih dari 4,4 miliar dolar AS.
Kebetulan, beberapa minggu lalu, Nvidia juga melakukan hal yang sama—mengungkapkan kepemilikan sebesar 9,3% saham Nebius dengan nilai kepemilikan mendekati 5 miliar dolar AS.
Perusahaan chip teratas di dunia + bank investasi teratas di dunia, keduanya bertaruh besar pada perusahaan infrastruktur AI yang sama.
Hal ini patut dipikirkan secara serius.
Mari kita ulas garis waktunya:
- Maret: Nvidia mengumumkan investasi strategis senilai 2 miliar dolar AS pada Nebius
- 21 Juli: Nvidia mengajukan dokumen 13G, mengungkapkan kenaikan kepemilikan menjadi 9,3%
- 7 Agustus: Goldman Sachs mengajukan 13G/A, kepemilikan naik dari 7,2% ke 10,5%
Nvidia sudah mengenal Nebius sejak lama. Jensen Huang secara terbuka mengatakan di COMPUTEX bahwa Nebius adalah “salah satu AI cloud terkemuka di dunia”.
Goldman Sachs juga sudah lama optimis. Pada Mei lalu, Goldman Sachs menetapkan target harga di 205 dolar AS dan mempertahankan rekomendasi beli.
Kenapa Nvidia bertaruh pada Nebius?
Nvidia bukan perusahaan bodoh. Mereka menjual GPU ke semua pihak, namun hanya bertaruh besar pada sedikit perusahaan.
Logika dari taruhan pada Nebius sangat sederhana: Nvidia membutuhkan “showroom” dan “model rumah” yang mampu menerapkan GPU miliknya secara besar-besaran.
Jika AI cloud milik Nebius berjalan dengan baik, hal itu akan membuktikan nilai kekuatan komputasi GPU Nvidia. Penyedia cloud lain pun akan terdorong untuk membeli lebih banyak GPU.
Ini adalah “investasi ekosistem”, bukan sekadar investasi keuangan.
Lalu Goldman Sachs?
Goldman Sachs melihatnya lebih langsung: model bisnis Nebius kini sedang terverifikasi.
Memiliki kontrak jangka panjang dengan Microsoft dan Meta berarti pendapatan selama beberapa tahun ke depan sudah terkunci. Daya kontrak naik dari 2GW ke 4GW, artinya pertumbuhan juga didukung bukti fisik.
Ketika sebuah perusahaan mendapatkan “klien besar yang terkunci” dan “ekspansi fisik” secara bersamaan, minat investor institusi pun muncul.
Goldman Sachs dari 7,2% naik ke 10,5%—ini bukan membuka posisi, melainkan menambah posisi dan memberikan konfirmasi.
Situs investasi saham AS berpandangan, bukan data individual yang terpenting, melainkan fakta bahwa nama-nama ini muncul bersamaan dalam satu tabel:
- Goldman Sachs: memiliki 23,11 juta saham, nilai pasar 4,4 miliar dolar AS, menambah posisi 45% pada kuartal tersebut
- Nvidia: memiliki 22,25 juta saham, nilai pasar 4,68 miliar dolar AS, menyumbang 20% dari seluruh portofolionya
- BlackRock: memiliki 11,53 juta saham, nilai pasar 3,18 miliar dolar AS, menambah posisi 16% pada kuartal tersebut
- Orbis Allan Gray: memiliki 8,31 juta saham, menambah posisi 149% di kuartal itu
- Sebuah perusahaan bernama Situational Awareness LP, langsung membuka posisi baru 12,41 juta saham, nilai pasar 2,45 miliar dolar AS, menyumbang 14,84% dari portofolionya, langsung jadi posisi terbesar.
Ini bukan satu orang yang membeli. Ini sekelompok orang yang secara kolektif menambah posisi di saham yang sama pada kuartal yang sama.
Situs investasi saham AS menilai, hal terpenting untuk diperhatikan adalah sinyal yang diwakili Nebius:
Panggung infrastruktur AI kini berkembang dari “sekadar cerita” menjadi “perhitungan yang nyata”.
Nvidia, Goldman Sachs, Microsoft, Meta—perusahaan yang paling paham kekuatan komputasi, paling paham uang, dan paling paham kontrak di dunia, semuanya benar-benar berinvestasi secara nyata.
Beberapa waktu lalu Michael Burry kembali secara terbuka bertaruh melawan infrastruktur AI—Michael Burry sendiri adalah tokoh inspirasi dari film “The Big Short”.
Nvidia + Goldman Sachs + BlackRock + Orbis vs Michael Burry.
Kamu pilih di pihak mana?






Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

"Sekarang saya adalah bandar, jika ingin bertaruh silakan datang" Besant memperingatkan pasar agar tidak melawan dia untuk menjual yen.
Besant mengatakan, "Ketika kami melakukan intervensi terhadap yen, saya benar-benar memahami apa yang akan dilakukan oleh orang Jepang, Bank Sentral Jepang, dan para pembuat keputusan di sana." Dengan dukungan fundamental bahwa Bank Sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, para pelaku short akan menghadapi tekanan ganda berupa intervensi kebijakan dan perubahan arah suku bunga. Analisis menilai bahwa pernyataan tegas Besant bukan hanya memberikan tekanan psikologis, tetapi juga mengisyaratkan tindakan lebih lanjut yang sudah dipersiapkan.
Kenaikan saham Korea meningkat lebih dari 1%.
Penutupan pasar saham AS, BNC naik 50,43%
