Sementara pergerakan harga Bitcoin yang cenderung stagnan baru-baru ini telah menarik perhatian para investor, peringatan penting datang dari pasar opsi.
Meski volatilitas Bitcoin telah menurun secara signifikan, pasar belum sepenuhnya bebas risiko, dan para investor mulai memperhitungkan kemungkinan pergerakan turun jangka pendek.
Berdasarkan data, meskipun ETF Bitcoin spot AS mencatatkan arus masuk bersih sebesar 754 juta dolar pada minggu pertama Agustus, kecenderungan untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan jangka pendek di pasar opsi sangat menonjol.
Peningkatan Signifikan pada Opsi Put!
Pada titik ini, 53,8% volume perdagangan dalam opsi Bitcoin selama 24 jam terakhir terjadi pada opsi put.
Mayoritas kontrak yang paling aktif diperdagangkan adalah opsi put dengan harga strike antara 62.000 hingga 63.000 dolar.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor memposisikan diri mereka terhadap kemungkinan penurunan harga Bitcoin dalam jangka pendek dari level saat ini.
Namun, gambaran di pasar opsi tidak sepenuhnya bersifat bearish. Walaupun permintaan untuk opsi put meningkat, 60,7% dari total posisi terbuka tetap berada pada opsi call, yang merupakan taruhan optimis.
Oleh karena itu, meskipun penurunan volume perdagangan jangka pendek diperkirakan akan terjadi, fakta bahwa ekspektasi tren naik pada total posisi terbuka masih mendominasi menunjukkan bahwa para pelaku pasar tetap optimis terhadap Bitcoin dalam jangka panjang.
Luke Deans, analis riset senior di Bitwise, yang menginterpretasikan data dari pasar opsi, menyatakan bahwa saat ini pasar memperkirakan volatilitas yang terbatas, tetapi volume perdagangan yang rendah menimbulkan risiko signifikan bagi pergerakan harga.
Menurut analis tersebut, bahkan pergerakan kecil di sisi pembelian atau penjualan selama periode volume perdagangan yang rendah dapat menyebabkan harga Bitcoin berubah arah jauh lebih tajam dari yang diperkirakan. Deans juga menegaskan bahwa volatilitas yang terbatas pada harga Bitcoin bukan berarti pasar bebas risiko.
Pada akhirnya, analis tersebut mencatat bahwa gambaran saat ini tidak begitu menunjukkan adanya ekspektasi penurunan Bitcoin secara langsung, melainkan lebih kepada pandangan pasar di mana lindung nilai terhadap risiko jangka pendek meningkat dan investor bersiap menghadapi potensi volatilitas.


