-
Strategy melaporkan kerugian bersih sebesar $8,22 miliar setelah rugi penurunan nilai sebesar $8,32 miliar pada kuartal kedua.
-
Perusahaan mendukung rancangan undang-undang struktur pasar sehari setelah mengumumkan hasil kuartalannya.
-
Strategy menyatakan regulasi yang lebih jelas dapat menurunkan biaya pendanaan dan meningkatkan partisipasi institusional.
Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, melewati kuartal kedua yang sulit, namun perusahaan tersebut dengan cepat mengalihkan fokus kembali ke kebijakan kripto. Satu hari setelah melaporkan pendapatan pada 30 Juli, perusahaan itu mendukung rancangan undang-undang struktur pasar, dengan alasan bahwa regulasi aset digital yang lebih jelas dapat meningkatkan partisipasi institusional dan, pada akhirnya, memperbaiki model pendanaan mereka sendiri.
Angka-angkanya sulit diabaikan. Strategy melaporkan rugi penurunan nilai sebesar $8,32 miliar, menghasilkan kerugian bersih $8,22 miliar, atau $24,45 per saham terdilusi. Ini berbanding tajam dengan laba $32,60 per saham yang dibukukan pada kuartal yang sama tahun lalu.
Mengapa RUU Ini Semakin Penting
Berdasarkan proposal tersebut, token yang menyerupai sekuritas akan berada di bawah pengawasan SEC, sementara komoditas digital akan diatur oleh CFTC. Pemisahan yurisdiksi yang lebih jelas dapat membuat investor institusi merasa lebih nyaman berpartisipasi di pasar.
Hal ini penting karena perusahaan sangat bergantung pada penggalangan modal tahun ini. Strategy mendapatkan $17,06 miliar melalui program ekuitas di pasar terbuka, sementara penerbitan saham preferen STRC menyumbang tambahan $7,53 miliar, meningkat 254%.
Biaya Pendanaan Tetap Menjadi Pertarungan Utama
Permasalahan utama adalah harga dari modal tersebut. Saat ini, Strategy membayar 12% atas STRC karena saham preferen tersebut terus diperdagangkan di bawah nilai nominal $100.
Menurut argumen perusahaan, tingginya permintaan institusional dapat menurunkan biaya pinjaman dan menurunkan hurdle rate saat ini dari 10,8%.
Permintaan Institusional Mendorong Debat
Jika biaya pendanaan akhirnya turun di bawah imbal hasil Bitcoin milik perusahaan, akresi per saham bisa berlanjut. Inilah tesis investasi utama yang membedakan Strategy dengan kepemilikan Bitcoin secara langsung.
Pimpinan perusahaan secara konsisten berpendapat bahwa regulasi yang lebih jelas mendorong adopsi institusi daripada membatasinya. Apakah para pembuat kebijakan akan setuju atau tidak masih harus dilihat, namun bagi Strategy, perdebatan tampaknya sama pentingnya mengenai modal yang lebih murah sebagaimana halnya dengan regulasi kripto.




