CEO UBS: Pasar di Masa Depan Akan Terus Mengalami Lonjakan Volatilitas
BlockBeats News, 29 Juli
Dalam sebuah wawancara dengan BlockBeats, Sergio Ermotti, CEO UBS Group, menyatakan bahwa ia memperkirakan "volatilitas yang melonjak" akan berlanjut hingga sisa tahun ini. Ia mengatakan, "Melihat situasi makro, ketegangan geopolitik, perdebatan saat ini, dan perbedaan signifikan yang kita lihat di pasar saham, tekanan pada harga energi dapat menjadi potensi hambatan terhadap inflasi." Ermotti menyebutkan bahwa para investor tidak akan menyukai volatilitas ini, seraya mengatakan, "Saya memang memperkirakan volatilitas akan terus melonjak sepanjang sisa tahun ini."
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Platform pemasaran AI Braze (BRZE.US) melaporkan hasil positif namun saham turun tajam setelah jam perdagangan! Pendapatan dan EPS Q2 melebihi ekspektasi, panduan tahunan dinaikkan.
Platform pemasaran kecerdasan buatan (AI) Braze telah mengumumkan kinerja kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan, sekaligus menaikkan panduan kinerja penuh tahun fiskal 2027.


Bank Komunitas Hawaii, American Savings Bank (ASBH.US) mengajukan IPO: berencana mengumpulkan 120 juta dolar, seluruhnya melalui penjualan saham lama (100%).
Bank komunitas Hawaii, American Savings Bank, mengumumkan persyaratan IPO-nya pada hari Selasa.

Chevron (CVX.US) menggelontorkan 7 miliar dolar AS untuk bertaruh pada Venezuela! Jumlah rig pengeboran minyak akan menjadi dua kali lipat, dan produksi harian ditargetkan mencapai 600.000 barel.
Sebagai bagian dari rencana ekspansi senilai 7 billions dolar AS selama lima tahun, Chevron berencana untuk meningkatkan jumlah rig minyak yang dioperasikannya di Venezuela lebih dari dua kali lipat, guna mendorong produksi minyak perusahaan di Venezuela menjadi sekitar 600.000 barel per hari.

