Ekspansi kapasitas Boeing (BA.US) memasuki titik balik penting! FAA mengembalikan wewenang persetujuan akhir pesawat baru 737 Max dan 787
Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menyatakan bahwa meskipun kewenangan Boeing untuk menandatangani pelepasan akhir pada produksi baru pesawat 737 Max dan 787 telah dipulihkan, lembaga pengawas akan tetap mengawasi tingkat kualitas produsen pesawat tersebut.
Aplikasi Keuangan Zhihui Finance melaporkan bahwa Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat menyatakan meskipun telah memulihkan wewenang Boeing (BA.US) untuk menandatangani final release bagi pesawat baru 737 Max dan 787 yang diproduksi, lembaga regulasi tersebut akan tetap mengawasi tingkat kualitas dari produsen pesawat ini.
Wakil administrator FAA, Chris Rocheleau, mengatakan dalam sebuah wawancara: “Kami selalu bekerja sama dengan Boeing dengan sangat erat untuk memastikan mereka—seperti yang kami sebut—dapat ‘berbelok’ dalam kemampuan memproduksi pesawat yang aman.” Ia menambahkan, “Saat ini, terkait regulasi dan pengawasan, kami sangat percaya diri.”
Setelah sebuah pesawat 737 Max mengalami kecelakaan nyaris fatal pada tahun 2024, regulator menemukan serangkaian masalah kualitas di Boeing. Setelah itu, FAA membatasi kapasitas produksi pesawat Boeing dan mencabut wewenang perusahaan tersebut dalam menandatangani final release untuk pesawat baru yang diproduksi.
FAA menyatakan keputusan pemulihan wewenang Boeing tersebut akan berlaku resmi pada 20 Juli, menunjukkan adanya kemajuan Boeing dalam memperbaiki manajemen kualitas serta memperoleh kembali kepercayaan regulator. Hal ini sangat penting bagi Boeing untuk memperluas skala produksi, memperbaiki kondisi keuangan, dan memperoleh kembali keunggulan dalam persaingan dengan Airbus. Saat ini, produsen pesawat Amerika ini sedang berupaya menstabilkan produksi seri pesawat “penghasil uang” 737, dengan target mempertahankan produksi bulanan di angka 47 unit, dan berencana meningkatkannya secara bertahap hingga 63 unit dalam beberapa tahun mendatang.
Awal bulan ini, Boeing secara resmi mengaktifkan lini perakitan keempat 737 Max di dekat Seattle guna memenuhi pesanan yang terus bertambah, meskipun output awal dari lini baru akan relatif rendah. Lini baru ini merupakan kunci bagi Boeing untuk meningkatkan produksi seri 737 MAX. Pimpinan senior Boeing, Jennifer Bolan-Masterson, saat itu menyatakan Boeing akan menerapkan model produksi berkecepatan rendah pada tahap awal untuk mengidentifikasi serta menyelesaikan berbagai potensi risiko produksi dan memastikan kelancaran operasional. Ia tidak mengungkapkan detil jadwal peningkatan kapasitas lini tersebut, namun menyampaikan bahwa rekrutmen pekerja akan bertambah seiring dengan peningkatan kapasitas.
Regulator Amerika juga diperkirakan akan menyetujui model terbaru dari seri 737 Max dalam beberapa bulan ke depan. Meski Rocheleau tidak dapat memberikan jadwal pasti sertifikasi untuk model 737 Max 7 dan Max 10, ia menyatakan Boeing “semakin dekat dari hari ke hari” untuk mendapatkan persetujuan. Ia menegaskan sertifikasi 737 Max 7 “sangat dekat dengan penyelesaian.”
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham Eropa catat penurunan terbesar dalam dua bulan! Harga minyak tembus seratus, peringatan inflasi, pasar bertaruh Bank Sentral Eropa dan Inggris akan menaikkan suku bunga empat kali.
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 1,41% pada hari Rabu, mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli. Seiring harga minyak Brent kembali menembus 100 dolar AS, para trader bertaruh bahwa European Central Bank dan Bank of England akan menaikkan suku bunga sekitar 90 basis poin masing-masing sebelum 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor dua tahun pada hari Rabu sempat naik menjadi 3,08%, tertinggi sejak Juni 2024. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa penetapan harga kenaikan suku bunga saat ini mungkin sudah berlebihan, karena saat ini belum ada bukti meluasnya inflasi dan risiko penurunan ekonomi zona euro akan membatasi ruang kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Taruhan saham per jam, Wall Street leveraged ETF berevolusi lagi
Defiance ETFs telah mengajukan permohonan kepada SEC untuk meluncurkan dana leverage yang direset setiap jam, dengan enam kali rebalancing setiap hari perdagangan, sehingga periode target hasil dipersingkat dari "hari" menjadi "jam". Produk ini memberikan alat trading intraday yang lebih rinci untuk para trader aktif, namun penggabungan hasil yang sering juga akan memperbesar keuntungan maupun kerugian secara bersamaan, sehingga meningkatkan risiko volatilitas. Di tengah pengawasan yang semakin ketat dari regulator global terhadap ETF leverage, masih ada ketidakpastian besar apakah produk ini dapat disetujui.
