Prakiraan AUD/USD: Saat dolar melemah, fokus beralih ke CPI Australia
Dolar AS Turun Setelah Pernyataan Trump
Dolar AS mengalami penurunan signifikan pada hari Selasa setelah pernyataan langsung dari Donald Trump yang menunjukkan bahwa ia tidak khawatir terhadap depresiasi lebih lanjut. Pernyataan politik ini mengalahkan kondisi ekonomi yang sebetulnya menguntungkan, sehingga mempengaruhi pasar mata uang dan menyebabkan AUD/USD melonjak menjelang rilis data inflasi penting.
Pergerakan turun terbaru pada dolar dipicu oleh Presiden Trump, yang menyatakan bahwa mata uang tersebut belum turun "terlalu banyak," menyebut penurunan itu sebagai "hebat," dan menyarankan bahwa dolar sebaiknya dibiarkan untuk "menemukan levelnya sendiri." Pernyataan ini dengan jelas menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini nyaman dengan arah pergerakan dolar saat ini.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham Eropa catat penurunan terbesar dalam dua bulan! Harga minyak tembus seratus, peringatan inflasi, pasar bertaruh Bank Sentral Eropa dan Inggris akan menaikkan suku bunga empat kali.
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 1,41% pada hari Rabu, mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli. Seiring harga minyak Brent kembali menembus 100 dolar AS, para trader bertaruh bahwa European Central Bank dan Bank of England akan menaikkan suku bunga sekitar 90 basis poin masing-masing sebelum 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor dua tahun pada hari Rabu sempat naik menjadi 3,08%, tertinggi sejak Juni 2024. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa penetapan harga kenaikan suku bunga saat ini mungkin sudah berlebihan, karena saat ini belum ada bukti meluasnya inflasi dan risiko penurunan ekonomi zona euro akan membatasi ruang kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Taruhan saham per jam, Wall Street leveraged ETF berevolusi lagi
Defiance ETFs telah mengajukan permohonan kepada SEC untuk meluncurkan dana leverage yang direset setiap jam, dengan enam kali rebalancing setiap hari perdagangan, sehingga periode target hasil dipersingkat dari "hari" menjadi "jam". Produk ini memberikan alat trading intraday yang lebih rinci untuk para trader aktif, namun penggabungan hasil yang sering juga akan memperbesar keuntungan maupun kerugian secara bersamaan, sehingga meningkatkan risiko volatilitas. Di tengah pengawasan yang semakin ketat dari regulator global terhadap ETF leverage, masih ada ketidakpastian besar apakah produk ini dapat disetujui.
