Lonjakan harga Bitcoin baru-baru ini telah memungkinkan para investor jangka pendek, yang selama berminggu-minggu sebelumnya menjual dengan kerugian, untuk kembali meraih keuntungan. Dengan Bitcoin mendekati angka 97.000 dolar, didukung oleh peningkatan arus masuk ETF dan pergerakan whale, para analis dengan cermat memantau apakah tren ini menandakan potensi “puncak lokal.”
Bitcoin Melonjak; Trader Jangka Pendek Bereaksi dengan Cepat
Investor Jangka Pendek Beralih dari Rugi ke Untung
Menurut data CryptoQuant, metrik Short-Term Holder Profit and Loss to Exchanges kembali naik di atas nol. Hal ini menunjukkan bahwa investor yang membeli Bitcoin dalam 155 hari terakhir kini menjual di bursa dengan keuntungan. Dalam beberapa minggu terakhir, kelompok ini sebagian besar melakukan penjualan dengan kerugian; namun, lonjakan harga baru-baru ini membalikkan situasi tersebut.
Investor jangka pendek dikenal dengan respons cepat mereka terhadap fluktuasi harga. Bagi kelompok ini, yang biasanya melakukan perdagangan jangka pendek, pergeseran di atas level netral juga memberikan kelegaan psikologis. Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin naik 6% dalam empat hari terakhir dan 5,6% selama seminggu terakhir. Sejak awal tahun, kenaikannya sekitar 10%. Kinerja ini menghadirkan kondisi penjualan yang menarik bagi investor yang sebelumnya “merugi.”
Likuiditas yang Meningkat dan Arus Masuk ETF Menguatkan Pasar
Kenaikan harga Bitcoin secara nyata meningkatkan likuiditas pasar. Setelah melampaui 97.000 dolar minggu ini, Bitcoin stabil di kisaran 95.000 dolar pada saat penulisan, memungkinkan investor menutup posisi tanpa pergerakan harga yang signifikan.
Secara bersamaan, ETF Bitcoin spot memberikan dukungan kuat bagi pasar. Data Sosovalue menunjukkan lebih dari 100 juta dolar arus masuk bersih ke ETF Bitcoin spot pada 15 Januari, menandai empat hari berturut-turut arus positif. Sejak 12 Januari, total arus masuk telah mencapai 1,8 miliar dolar setelah sebelumnya terjadi arus keluar 1,3 miliar dolar dari ETF.
Pendiri CryptoQuant, Ki Young Ju, mencatat bahwa sementara investor individu tetap berada di latar belakang, pelaku utama menjadi lebih aktif. Ukuran pesanan rata-rata di pasar spot dan futures menunjukkan bahwa tekanan beli baru-baru ini sebagian besar berasal dari “whale.”
Selain itu, kabar terbaru mengenai rencana ekspansi layanan penitipan crypto oleh bank-bank besar AS disambut positif oleh pasar. Meningkatnya minat institusional muncul sebagai faktor lain yang mendukung prospek Bitcoin dalam jangka menengah.
Peralihan ke kondisi menguntungkan bagi investor Bitcoin jangka pendek menandai tonggak penting dalam psikologi pasar. Secara historis, periode seperti ini juga menjadi landasan bagi peningkatan aksi ambil untung dan volatilitas yang lebih tinggi. Meskipun arus masuk ETF dan pembelian oleh whale mendukung reli, potensi tekanan jual di kisaran 95–97 ribu dolar dapat menyebabkan fluktuasi jangka pendek. Oleh karena itu, optimisme yang hati-hati tampaknya menjadi pendekatan paling seimbang bagi investor pada tahap ini.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Mendorong nilai yen naik, tapi gagal mempertahankan obligasi AS! Basent adalah "rekan tim buruk" bagi saham AS?
Dalam minggu ini, Bescent secara terbuka menyerukan untuk menekan posisi short pada yen serta memperluas batas repo obligasi AS hingga 6 miliar dolar AS. Akibatnya, yen menguat, tetapi obligasi AS melemah — imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023, sementara obligasi 30 tahun mendekati puncak dua dekade. Analisis menunjukkan bahwa kombinasi penguatan yen dan naiknya imbal hasil obligasi AS secara bersamaan mengguncang perdagangan carry dan valuasi saham, membentuk ancaman ganda terhadap pasar bull saham AS. Ini adalah "risiko terbesar yang dihadapi pasar bull".
Saham SK Hynix di AS melonjak ke rekor tertinggi, sektor penyimpanan naik secara keseluruhan! Goldman Sachs menyatakan: hari-hari terburuk telah berlalu.
Sebuah laporan riset dari Goldman Sachs memicu lonjakan sektor penyimpanan, saham SK Hynix di pasar saham Amerika meroket 7% dalam satu hari dan mencapai rekor tertinggi baru. Saham Micron dan SanDisk ikut naik dan mengungguli pasar. Goldman Sachs menunjukkan adanya terobosan teknis di sektor penyimpanan ditambah posisi hedge fund yang rendah, sehingga arah "transaksi menyakitkan" telah beralih ke kenaikan. Namun, pada hari yang sama CEO Kioxia memberikan pernyataan pesimistis dan secara langsung mengatakan harga NAND "sudah naik cukup". Dalam pertarungan antara bullish dan bearish, laporan keuangan Micron pada 30 September akan menjadi penentu utama.

Laporan: OpenAI diperkirakan akan menghabiskan biaya komputasi sebesar 750 miliar dolar AS pada tahun 2030! Perusahaan masih mengatakan "daya komputasi sangat tidak mencukupi"
OpenAI telah menaikkan prediksi pengeluaran daya komputasi hingga tahun 2030 menjadi 750 miliar dolar AS, naik lebih dari 25% dari perkiraan sebelumnya sekitar 600 miliar dolar AS. Hambatan pasokan di berbagai sektor seperti chip, listrik, dan lahan masih ada, sehingga tantangan utama bagi sektor infrastruktur AI adalah apakah pesanan besar tersebut dapat diubah menjadi daya komputasi yang tersedia tepat waktu.
