Prospek Harga Perak: Kenaikan XAG/USD tertahan setelah AS menolak tarif pada mineral utama
Pembaruan Harga Perak: XAG/USD Turun Tajam di Pasar Asia
Nilai perak (XAG/USD) turun lebih dari 2%, diperdagangkan mendekati $90,40(UTC+8) selama sesi Asia pada hari Jumat. Setelah mencapai rekor tertinggi di dekat $93,90(UTC+8) pada hari Rabu, logam mulia ini kini kesulitan mempertahankan momentum kenaikannya.
Penurunan terbaru ini terjadi setelah Amerika Serikat memutuskan untuk menunda tarif pada impor mineral utama. Menurut Reuters, pada hari Kamis, Presiden Donald Trump menginstruksikan Perwakilan Dagang Jamieson Greer dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick untuk memulai diskusi dengan mitra internasional. Tujuannya adalah menyesuaikan impor mineral penting dengan cara yang tidak membahayakan keamanan ekonomi nasional.
Langkah ini menyoroti ketidakmampuan AS saat ini untuk sepenuhnya memenuhi permintaan domestik atas mineral penting, yang memainkan peran vital di berbagai industri.
Sebelumnya, harga perak melonjak karena investor memperkirakan kemungkinan adanya tarif pada impor, sehingga mendorong aktivitas pembelian yang signifikan.
Dari perspektif teknikal, prospek jangka panjang untuk perak tetap positif, karena pentingnya bagi perekonomian AS ditekankan oleh perkembangan ini.
Selain itu, ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan yang akan datang juga turut memberikan tekanan ke bawah pada perak. Biasanya, ketika Fed menahan pelonggaran moneter, aset tanpa hasil seperti perak cenderung menghadapi tekanan.
Prospek Teknikal untuk Perak
Saat artikel ini ditulis, XAG/USD diperdagangkan di $90,63(UTC+8). Exponential Moving Average (EMA) 50 jam telah naik ke $90,06(UTC+8), memberikan dukungan untuk tren naik jangka pendek karena harga tetap di atas level ini. Kemiringan naik EMA 50 jam menandakan dukungan pengikut tren yang semakin kuat.
Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) 14 jam telah bergeser dari kisaran bullish 60,00–80,00 turun ke zona 40,00–60,00, menunjukkan bahwa momentum kenaikan untuk saat ini telah terhenti.
- Rekor tertinggi $93,90(UTC+8) menjadi level resistance signifikan untuk perak.
- Jika harga turun di bawah level terendah 15 Januari di $86,19, harga dapat turun lebih lanjut menuju level terendah 13 Januari di $83,62.
(Analisis teknikal ini disusun dengan bantuan alat AI.)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Risiko "arus balik besar" modal Jepang meningkat! Imbal hasil obligasi Jepang mendekati level tertinggi dalam 30 tahun, kepemilikan obligasi AS lebih dari satu triliun dolar menjadi sorotan
Seiring dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang naik ke level tertinggi dalam hampir 30 tahun, risiko yang telah lama dibahas di pasar global kembali mendapat perhatian, yaitu kemungkinan arus balik dana luar negeri Jepang yang sangat besar ke pasar domestik.

Saham AS Semalam | Tiga indeks utama turun Dow Jones turun lebih dari 600 poin SK hynix (SKHY.US) naik 4,8%
Pada penutupan, indeks Dow Jones turun 626,72 poin atau 1,17% menjadi 52.787,53 poin; indeks S&P 500 turun 44,98 poin atau 0,58% menjadi 7.673,62 poin; dan indeks Nasdaq Composite turun 85,58 poin atau 0,32% menjadi 26.421,41 poin.

Meta(META.US) meluncurkan AI personal agent Muse: biaya bulanan tertinggi 100 dolar AS, bidik pintu masuk komersialisasi AI generasi berikutnya
Meta secara resmi meluncurkan aplikasi agen AI pribadi bernama Muse pada hari Selasa dan untuk pertama kalinya mencoba mengenakan biaya berlangganan kepada sebagian pengguna.

Dampak ketegangan Selat Hormuz antara AS dan Iran berlanjut, Iran mengklaim militer AS menembakkan rudal ke kapal tanker minyak dekat Pulau Khark.
Setelah berita serangan terhadap kapal tanker, harga minyak AS harian kembali naik lebih dari 2%. Pulau Khark adalah pusat utama ekspor minyak Iran, sebelumnya sekitar 90% minyak mentah Iran diekspor melalui pulau Khark. Pada hari Selasa pagi, militer Iran menyatakan bahwa mereka telah menangkap sebuah kapal selam tanpa awak canggih milik Amerika Serikat.
