Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
EUR/USD tetap berada di bawah tekanan setelah laporan ketenagakerjaan AS yang beragam

EUR/USD tetap berada di bawah tekanan setelah laporan ketenagakerjaan AS yang beragam

101 finance101 finance2026/01/09 14:53
Tampilkan aslinya
Oleh:101 finance

EUR/USD Melemah saat Data Tenaga Kerja AS Memberikan Sinyal Campuran

Euro (EUR) terus melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat, seiring para investor mencerna kombinasi sinyal positif dan negatif dari data ketenagakerjaan AS terbaru. Saat ini, pasangan EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.1638, menandai penurunan selama tujuh hari berturut-turut sementara Dolar AS tetap kuat terhadap mata uang utama lainnya.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) meningkat sebesar 50.000 pada bulan Desember, lebih rendah dari kenaikan yang diantisipasi sebesar 60.000 dan melambat dari kenaikan 64.000 pada bulan November. Sementara itu, Tingkat Pengangguran turun menjadi 4,4%, lebih baik dari perkiraan 4,5% dan turun dari angka sebelumnya 4,6%.

Pendapatan Rata-rata Per Jam naik sebesar 0,3% secara bulanan pada bulan Desember, sesuai dengan perkiraan dan melampaui kenaikan 0,1% pada bulan November. Secara tahunan, pertumbuhan upah meningkat menjadi 3,8%, melampaui baik bulan sebelumnya yang sebesar 3,6% maupun ekspektasi pasar.

Secara keseluruhan, laporan ketenagakerjaan ini menunjukkan gambaran yang beragam: meskipun penciptaan lapangan kerja tertinggal, penurunan tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah yang lebih kuat menunjukkan ketahanan yang terus berlangsung di pasar tenaga kerja AS.

Dari perspektif kebijakan moneter, laju perekrutan yang lebih lambat—meskipun kondisi pasar tenaga kerja tetap kuat—telah memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari, meskipun pergeseran bertahap menuju pelonggaran di akhir tahun masih memungkinkan.

Ke depan, pelaku pasar akan fokus pada survei awal Sentimen Konsumen Januari dari University of Michigan, serta pernyataan mendatang dari Presiden Fed Richmond Thomas Barkin dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait prospek ekonomi dan kebijakan.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Morgan Stanley menilai Apple (AAPL.US) memasuki "Era Ternus": premiumisasi, inovasi, dan AI sepenuhnya didukung, dari "sedikit demi sedikit" hingga serangan besar-besaran

Baru-baru ini, acara peluncuran produk baru musim gugur Apple 2026 telah resmi berakhir. Morgan Stanley merilis laporan penelitian yang menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan CEO baru, Apple sedang memposisikan kembali iPhone sebagai pusat pribadi yang cerdas, dengan model layar lipat Duo dan kecerdasan buatan Siri sebagai inti dari strategi tersebut.

智通财经2026/09/11 02:11
Morgan Stanley menilai Apple (AAPL.US) memasuki "Era Ternus": premiumisasi, inovasi, dan AI sepenuhnya didukung, dari "sedikit demi sedikit" hingga serangan besar-besaran

Inflasi Belum Mereda, Trump Berencana Bagikan “Dividen Pemilu” $5000! Ekonom Peringatkan: Sama Saja Seperti Menyiram Minyak ke Api

Para ekonom mengatakan usulan ini kecil kemungkinannya untuk terwujud. Mereka menambahkan bahwa sekalipun nantinya direalisasikan, pembayaran langsung satu kali saja tidak akan secara signifikan mengurangi tekanan biaya hidup yang dihadapi masyarakat, bahkan kemungkinan justru akan mendorong kenaikan harga konsumsi dalam beberapa bulan mendatang.

智通财经2026/09/11 01:51
Inflasi Belum Mereda, Trump Berencana Bagikan “Dividen Pemilu” $5000! Ekonom Peringatkan: Sama Saja Seperti Menyiram Minyak ke Api