Lowongan kerja AS turun pada bulan November, melebihi perkiraan
Pembukaan Lapangan Kerja di AS Turun Lebih Besar dari Perkiraan pada Bulan November
Pada bulan November, jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia di Amerika Serikat turun lebih tajam dari yang diperkirakan para analis, mencerminkan perlambatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja seiring ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung. Menurut survei Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) dari Departemen Tenaga Kerja, jumlah lowongan pekerjaan berkurang sebanyak 303.000, menjadi 7,146 juta pada akhir bulan. Angka bulan sebelumnya juga direvisi turun, menunjukkan 7,449 juta lowongan dibandingkan perkiraan awal sebesar 7,670 juta. Angka ini lebih rendah dari 7,60 juta posisi kosong yang diprediksi oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters. Selain itu, aktivitas perekrutan juga melambat, dengan 253.000 posisi lebih sedikit yang terisi, sehingga total perekrutan menjadi 5,115 juta.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham Eropa catat penurunan terbesar dalam dua bulan! Harga minyak tembus seratus, peringatan inflasi, pasar bertaruh Bank Sentral Eropa dan Inggris akan menaikkan suku bunga empat kali.
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 1,41% pada hari Rabu, mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli. Seiring harga minyak Brent kembali menembus 100 dolar AS, para trader bertaruh bahwa European Central Bank dan Bank of England akan menaikkan suku bunga sekitar 90 basis poin masing-masing sebelum 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor dua tahun pada hari Rabu sempat naik menjadi 3,08%, tertinggi sejak Juni 2024. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa penetapan harga kenaikan suku bunga saat ini mungkin sudah berlebihan, karena saat ini belum ada bukti meluasnya inflasi dan risiko penurunan ekonomi zona euro akan membatasi ruang kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Taruhan saham per jam, Wall Street leveraged ETF berevolusi lagi
Defiance ETFs telah mengajukan permohonan kepada SEC untuk meluncurkan dana leverage yang direset setiap jam, dengan enam kali rebalancing setiap hari perdagangan, sehingga periode target hasil dipersingkat dari "hari" menjadi "jam". Produk ini memberikan alat trading intraday yang lebih rinci untuk para trader aktif, namun penggabungan hasil yang sering juga akan memperbesar keuntungan maupun kerugian secara bersamaan, sehingga meningkatkan risiko volatilitas. Di tengah pengawasan yang semakin ketat dari regulator global terhadap ETF leverage, masih ada ketidakpastian besar apakah produk ini dapat disetujui.
