Klaim Beredar Bahwa AS Dapat Menyita Kepemilikan Bitcoin Venezuela – Komentar Mengenai Ethereum, Solana, dan XRP Juga Disertakan
Menurut sebuah penilaian yang diterbitkan di CNBC, operasi militer terbaru AS terhadap Venezuela dapat memiliki implikasi sekunder namun signifikan bagi pasar cryptocurrency.
Siara tersebut mencatat bahwa inflasi tinggi yang dialami di Venezuela selama dekade terakhir telah mendorong baik individu maupun pelaku pemerintah untuk beralih ke cryptocurrency.
Menurut para analis yang berbicara kepada CNBC, warga Venezuela telah beralih ke aktivitas mining Bitcoin dan Ethereum di rumah guna melindungi diri dari depresiasi mata uang nasional yang terus-menerus. Cryptocurrency telah menjadi sumber pendapatan yang stabil dan tempat penyimpanan nilai bagi banyak warga Venezuela. Namun, poin yang paling mencolok adalah dugaan bahwa negara juga mungkin telah menggunakan aset kripto untuk menghindari sanksi.
Siara tersebut menyatakan bahwa ada banyak laporan yang menunjukkan bahwa pemerintah Venezuela mengkonversi dana yang diperoleh dari penjualan minyak melalui Tether (USDT) menjadi Bitcoin. Dalam konteks ini, kemungkinan AS menyita aset Bitcoin ini telah menciptakan antisipasi signifikan di pasar.
Sebuah komentar dari CNBC menyarankan bahwa skenario di mana AS menyita cadangan Bitcoin ini namun menahannya alih-alih menjualnya di pasar bisa menjadi faktor “bullish” untuk Bitcoin. Stok besar Bitcoin yang tetap tidak likuid dapat mengurangi tekanan pasokan, sehingga menciptakan dampak kenaikan pada harga. Menurut analis, fakta bahwa pasar kripto sebagian besar beroperasi berdasarkan ekspektasi dan sentimen mempercepat penetapan harga untuk skenario seperti ini.
Penilaian tersebut juga menambahkan bahwa potensi dampaknya tidak akan terbatas pada Bitcoin saja. Dengan menggunakan ungkapan “air yang naik mengangkat semua kapal,” dikemukakan bahwa Ethereum, Solana, dan altcoin lainnya juga dapat terdampak positif oleh proses ini. Disebutkan bahwa performa XRP yang relatif kuat belakangan ini menunjukkan meningkatnya selera risiko di pasar.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham Eropa catat penurunan terbesar dalam dua bulan! Harga minyak tembus seratus, peringatan inflasi, pasar bertaruh Bank Sentral Eropa dan Inggris akan menaikkan suku bunga empat kali.
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 1,41% pada hari Rabu, mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli. Seiring harga minyak Brent kembali menembus 100 dolar AS, para trader bertaruh bahwa European Central Bank dan Bank of England akan menaikkan suku bunga sekitar 90 basis poin masing-masing sebelum 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor dua tahun pada hari Rabu sempat naik menjadi 3,08%, tertinggi sejak Juni 2024. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa penetapan harga kenaikan suku bunga saat ini mungkin sudah berlebihan, karena saat ini belum ada bukti meluasnya inflasi dan risiko penurunan ekonomi zona euro akan membatasi ruang kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Taruhan saham per jam, Wall Street leveraged ETF berevolusi lagi
Defiance ETFs telah mengajukan permohonan kepada SEC untuk meluncurkan dana leverage yang direset setiap jam, dengan enam kali rebalancing setiap hari perdagangan, sehingga periode target hasil dipersingkat dari "hari" menjadi "jam". Produk ini memberikan alat trading intraday yang lebih rinci untuk para trader aktif, namun penggabungan hasil yang sering juga akan memperbesar keuntungan maupun kerugian secara bersamaan, sehingga meningkatkan risiko volatilitas. Di tengah pengawasan yang semakin ketat dari regulator global terhadap ETF leverage, masih ada ketidakpastian besar apakah produk ini dapat disetujui.
