Analis: Harga XRP Bisa Turun ke $0,79. Ini Alasannya
Pasar cryptocurrency jarang bergerak secara linear. Kenaikan tajam sering kali diikuti oleh koreksi mendalam, dan memahami di mana harga mungkin stabil sangat penting bagi para trader dan pemegang jangka panjang.
XRP, dengan campuran dinamis antara ritel dan institusi yang kompleks, sedang mendekati zona potensial kritis di mana tekanan jual dapat terserap, dan pembeli mungkin masuk untuk menstabilkan pasar.
Perspektif ini baru-baru ini disorot oleh Ali, yang membagikan grafik Glassnode URPD (Unrealized Profit and Loss Distribution) untuk XRP. Analisis ini berfokus pada implikasi potensial jika harga XRP turun di bawah $1,77.
Menurut Ali, dukungan signifikan berikutnya berada di $0,79, di mana terdapat konsentrasi kerugian yang belum terealisasi yang dapat bertindak sebagai zona permintaan alami. Saat ini diperdagangkan di sekitar $1,95, sebagian besar pemegang XRP masih dalam posisi untung, namun jika harga turun di bawah $1,77, sekitar 5,8 miliar XRP akan terkena kerugian yang belum terealisasi, yang akan membentuk perilaku pasar.
Di bawah $1,77, area dukungan berarti berikutnya untuk $XRP adalah $0,79.
— Ali Charts (@alicharts) 20 Desember 2025
URPD dan Signifikansi Pasar
Metrik URPD melacak distribusi keuntungan dan kerugian yang belum terealisasi di antara pemegang pada berbagai tingkat harga.
Tidak seperti analisis teknikal tradisional yang hanya mengandalkan pola harga, URPD memberikan gambaran rinci tentang zona penawaran dan permintaan potensial berdasarkan posisi aktual pemegang. Konsentrasi tinggi kerugian yang belum terealisasi sering kali menandakan area di mana penjual mungkin ragu, membentuk zona dukungan alami.
Dalam konteks XRP, level $0,79 mewakili akumulasi padat kerugian yang belum terealisasi. Pola historis menunjukkan bahwa area seperti ini dapat menarik pembeli yang ingin memanfaatkan pemegang yang tertekan, secara efektif membatasi penurunan lebih lanjut dan memberikan lantai struktural bagi aset tersebut.
Jalur Harga dan Potensi Penurunan
Aksi pasar saat ini menunjukkan bahwa XRP dapat menghadapi tekanan menuju angka $1,77. Jika ambang ini ditembus, pasar memasuki zona dengan kerugian yang belum terealisasi signifikan, meningkatkan tekanan psikologis di antara para pemegang.
Hal ini dapat memicu akumulasi defensif dari investor jangka panjang atau penjualan sementara dari mereka yang tidak ingin menanggung kerugian.
Wawasan URPD menunjukkan bahwa penurunan menuju $0,79 masuk akal di bawah kondisi korektif yang berkelanjutan. Level ini bukanlah angka sembarangan; ini selaras dengan konsentrasi kerugian pemegang di masa lalu, menjadikannya titik logis untuk penyerapan likuiditas dan potensi stabilisasi pasar.
Implikasi bagi Trader dan Investor
Bagi trader jangka pendek, memahami level URPD memungkinkan pengambilan keputusan masuk dan keluar yang lebih strategis. Alih-alih hanya bereaksi terhadap fluktuasi harga, trader dapat mengantisipasi zona di mana tekanan jual mungkin berkurang, sehingga meningkatkan waktu yang tepat untuk posisi mereka.
Pemegang jangka panjang diuntungkan dengan mengidentifikasi di mana psikologi pasar bertemu dengan basis biaya historis. Mengenali $0,79 sebagai lantai potensial membantu mengontekstualisasikan volatilitas dan mempersiapkan investor menghadapi penurunan sementara tanpa panik menjual.
Mempersiapkan Uji Dukungan
Analisis Ali, yang didasarkan pada data on-chain Glassnode, menegaskan bahwa dukungan kritis berikutnya untuk XRP berada di $0,79, di bawah ambang $1,77. Dengan mengintegrasikan wawasan URPD dengan aksi harga, pelaku pasar dapat lebih memahami dinamika struktural yang terjadi.
Pendekatan ini menyoroti tidak hanya di mana XRP bisa jatuh, tetapi juga di mana akumulasi dan ketahanan mungkin muncul secara alami, membuka jalan bagi fase penemuan harga berikutnya.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham Eropa catat penurunan terbesar dalam dua bulan! Harga minyak tembus seratus, peringatan inflasi, pasar bertaruh Bank Sentral Eropa dan Inggris akan menaikkan suku bunga empat kali.
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 1,41% pada hari Rabu, mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli. Seiring harga minyak Brent kembali menembus 100 dolar AS, para trader bertaruh bahwa European Central Bank dan Bank of England akan menaikkan suku bunga sekitar 90 basis poin masing-masing sebelum 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor dua tahun pada hari Rabu sempat naik menjadi 3,08%, tertinggi sejak Juni 2024. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa penetapan harga kenaikan suku bunga saat ini mungkin sudah berlebihan, karena saat ini belum ada bukti meluasnya inflasi dan risiko penurunan ekonomi zona euro akan membatasi ruang kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Taruhan saham per jam, Wall Street leveraged ETF berevolusi lagi
Defiance ETFs telah mengajukan permohonan kepada SEC untuk meluncurkan dana leverage yang direset setiap jam, dengan enam kali rebalancing setiap hari perdagangan, sehingga periode target hasil dipersingkat dari "hari" menjadi "jam". Produk ini memberikan alat trading intraday yang lebih rinci untuk para trader aktif, namun penggabungan hasil yang sering juga akan memperbesar keuntungan maupun kerugian secara bersamaan, sehingga meningkatkan risiko volatilitas. Di tengah pengawasan yang semakin ketat dari regulator global terhadap ETF leverage, masih ada ketidakpastian besar apakah produk ini dapat disetujui.
