Pemerintah India secara signifikan meningkatkan pelatihan penegakan hukum terkait cryptocurrency.
ChainCatcher melaporkan, menurut Financefeeds, pemerintah India sedang secara besar-besaran meningkatkan pelatihan penegakan hukum terkait cryptocurrency untuk menghadapi kejahatan keuangan cryptocurrency yang semakin kompleks.
Pelatihan ini melibatkan beberapa lembaga seperti Financial Intelligence Unit India (FIU-IND), Enforcement Directorate (ED), dan Narcotics Control Bureau (NCB), dengan fokus pada pelatihan forensik blockchain, analisis on-chain, penyitaan aset kripto, dan identifikasi alamat dompet. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap persyaratan pendaftaran wajib bagi Virtual Digital Asset Service Providers (VDASP) ke FIU-IND, serta pergeseran India dari regulasi yang ambigu menuju pengawasan yang lebih terstruktur. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali petugas penegak hukum dengan kemampuan untuk melacak, menyita, dan menuntut kejahatan yang melibatkan Virtual Digital Asset (VDA).
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham Jepang dibuka naik 0,3% pada sesi pagi.


"Sekarang saya adalah bandar, jika ingin bertaruh silakan datang" Besant memperingatkan pasar agar tidak melawan dia untuk menjual yen.
Besant mengatakan, "Ketika kami melakukan intervensi terhadap yen, saya benar-benar memahami apa yang akan dilakukan oleh orang Jepang, Bank Sentral Jepang, dan para pembuat keputusan di sana." Dengan dukungan fundamental bahwa Bank Sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, para pelaku short akan menghadapi tekanan ganda berupa intervensi kebijakan dan perubahan arah suku bunga. Analisis menilai bahwa pernyataan tegas Besant bukan hanya memberikan tekanan psikologis, tetapi juga mengisyaratkan tindakan lebih lanjut yang sudah dipersiapkan.
