Industri keuangan Korea Selatan mengalami serangan ransomware besar-besaran, data dari 28 institusi dicuri
Jinse Finance melaporkan bahwa otoritas keuangan Korea Selatan baru-baru ini mengalami insiden keamanan siber yang serius, di mana kelompok ransomware Qilin berhasil menyerang sebuah penyedia layanan manajemen (MSP) dan berhasil membobol sistem dari 28 institusi keuangan, mencuri lebih dari 1 juta dokumen dan 2TB data. Insiden ini dinamai oleh pelaku sebagai "Korean Leaks", yang dilakukan dalam tiga gelombang dan terutama menargetkan perusahaan manajemen aset Korea Selatan. Para pakar keamanan mencurigai bahwa serangan ini mungkin terkait dengan kelompok peretas Korea Utara, Moonstone Sleet. Saat pelaku mempublikasikan informasi di situs kebocoran data, mereka tidak hanya menuntut tebusan, tetapi juga mengklaim akan mengungkap "korupsi sistemik" dan "bukti manipulasi pasar saham", berupaya menciptakan kepanikan di pasar keuangan Korea Selatan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Keuntungan dari yen yang lemah mulai menghilang! Pendapatan perusahaan mobil Jepang mungkin akan mengalami tekanan besar, Toyota bisa menjadi korban terbesar.
Toyota dan produsen mobil Jepang lainnya menghadapi risiko kerugian profit setelah nilai tukar yen naik ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan terakhir.

Menargetkan infrastruktur, energi, dan kredit swasta! Brookfield (BAM.US) mendapatkan mandat investasi senilai 1 miliar dolar dari dana nuklir Inggris
Brookfield Asset Management telah menerima komitmen pendanaan sebesar 1 billion dolar dari Nuclear Liabilities Fund di Inggris, yang akan digunakan untuk berbagai strategi investasinya.

Rio Tinto (RIO.US) berencana mengakuisisi tambang bauksit Australia milik Glencore dan Mitsubishi guna mengisi kekurangan kapasitas produksi.
RIO.US telah merilis pernyataan bahwa mereka telah sepakat untuk mengakuisisi proyek tambang bauksit Aurukun yang terletak di timur laut Australia dari Glencore dan Mitsubishi Development Company.


