Perkembangan debat kasus tarif di Mahkamah Agung AS: Peluang kemenangan Trump menurun
Jinse Finance melaporkan bahwa Mahkamah Agung Amerika Serikat pada hari Rabu mengadakan sidang lisan mengenai legalitas penerapan tarif balasan secara besar-besaran oleh Trump. Selain hakim liberal Mahkamah Agung, beberapa hakim konservatif juga meragukan legalitas tarif Trump. Ketua Mahkamah Agung John Roberts menyatakan bahwa tarif Trump merupakan pajak yang dikenakan kepada rakyat Amerika, yang selalu menjadi kekuasaan inti Kongres. Dari tiga hakim yang diangkat oleh Trump saat menjabat sebagai presiden, Neil Gorsuch dan Amy Coney Barrett juga mengajukan pertanyaan kritis dan secara mendalam membahas argumen para penentang tarif. Hakim konservatif mendominasi Mahkamah Agung dengan perbandingan 6:3. Mahkamah Agung kemungkinan akan mengumumkan hasil putusan pada bulan Desember. Platform prediksi Polymarket terbaru memberikan probabilitas kemenangan Trump sebesar 27%, turun dari 40% sebelum debat, dan sempat turun ke titik terendah baru sebesar 18% selama sidang.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Senilai 28,82 juta dolar AS, seorang whale telah membeli total 285.500 SOL dalam waktu 3 minggu.
Dolar Australia mencapai level tertinggi dalam 13 tahun terhadap dolar Selandia Baru! Perbedaan kebijakan antara bank sentral Australia dan Selandia Baru semakin meningkat, perdagangan selisih suku bunga menjadi lebih populer.
Nilai tukar dolar Australia terhadap dolar Selandia Baru naik ke level tertinggi dalam 13 tahun, terutama didorong oleh prospek suku bunga yang berbeda antara bank sentral kedua negara serta kenaikan harga logam.

