Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
The Fed Beri Sinyal Jeda Kenaikan Suku Bunga

The Fed Beri Sinyal Jeda Kenaikan Suku Bunga

Liputan6Liputan62026/10/17 08:36
Oleh:Liputan6
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh berbicara saat pelantikannya di Ruang Timur Gedung Putih, Jumat, 22 Mei 2026, di Washington. (AP Photo/Alex Brandon)

Liputan6.com, Jakarta -
Ketua Federal Reserve ( The Fed) Kevin Warsh belum memberikan petunjuk apakah bank sentral Amerika Serikat (AS) akan kembali menaikkan suku bunga pada Oktober. Ia juga menyoroti pengetatan kebijakan moneter yang berlangsung secara bersamaan di berbagai negara.

“Saya tidak mendahului keputusan rapat. Saya tidak percaya pada praktik menyampaikan sekarang apa yang mungkin saya putuskan dalam rapat-rapat yang masih akan berlangsung hingga akhir tahun ini,” kata Warsh dikutip dari CNBC, Sabtu (17/10/2026).

Ia kembali menegaskan penolakannya terhadap panduan kebijakan suku bunga ke depan (forward guidance). Menurut dia, pelaku pasar seharusnya menafsirkan arah kebijakan berdasarkan data ekonomi.

Warsh mengakui sikap tersebut mungkin mengecewakan pihak yang mengharapkan petunjuk sebelum rapat The Fed berikutnya.

“Ini adalah babak baru di The Fed dan kami tidak lagi menjalankan praktik seperti itu,” ujarnya.

Warsh menyampaikan pernyataan tersebut dalam diskusi bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, di Bangkok, Jumat, dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia.

 

Goldman Sachs Prediksi The Fed Naikkan Suku Bunga pada Desember

Logo Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) di Washington. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Ekonom Goldman Sachs yang dipimpin Jan Hatzius menilai pernyataan Warsh mengindikasikan The Fed akan menahan suku bunga pada Oktober.

“Bersama dengan sejumlah pernyataan terbaru dari anggota FOMC lainnya, komentar Warsh menunjukkan bahwa FOMC akan menghentikan sementara kenaikan suku bunga pada Oktober,” tulis ekonom Goldman Sachs.

“Kami tetap memperkirakan kenaikan suku bunga kedua sekaligus yang terakhir pada Desember,” lanjut mereka.

Setelah pidato Warsh, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq bergerak naik tipis. Sementara itu, indeks saham Asia dan imbal hasil obligasi pemerintah AS relatif stabil.

Warsh juga menyoroti pengetatan kebijakan moneter yang berlangsung di berbagai negara. Menurut dia, setiap bank sentral mengambil keputusan berdasarkan mandat masing-masing, tetapi dampaknya terlihat secara luas.

“Hasilnya adalah pengetatan kebijakan moneter secara serentak di sebagian besar negara di dunia,” katanya. Kondisi tersebut, menurut Warsh, berarti “tidak ada pihak yang bisa menikmati keuntungan tanpa menanggung beban.”

Inflasi dan Utang Global Jadi Tantangan

Ketua Dewan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh berbicara selama konferensi pers di Federal Reserve di Washington. Rabu, 29 Juli 2026. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Kenaikan biaya energi akibat perang Iran serta lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) turut memicu inflasi dan meningkatkan biaya pinjaman di berbagai negara.

Pada saat yang sama, utang publik global diperkirakan melampaui 100% produk domestik bruto (PDB) dunia. Tingkat tersebut terakhir kali terlampaui setelah Perang Dunia II.

Pemerintah AS menilai pertumbuhan ekonomi yang kuat menjadi cara terbaik untuk mengatasi peningkatan utang. Pemerintah juga meminta peringatan IMF mengenai risiko mengandalkan pertumbuhan semata ditanggapi dengan hati-hati.

Warsh optimistis AI dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan negara yang mampu memanfaatkannya. Namun, ia memperingatkan proses menuju kondisi tersebut bisa penuh gejolak, sementara dampak jangka pendek AI terhadap lapangan kerja masih belum pasti.

“Saya ingin Anda mendengar optimisme dari saya, tetapi optimisme yang disertai keseriusan tujuan,” ujar Warsh.

Ia menambahkan, satu dekade mendatang masyarakat akan melihat perkembangan saat ini sebagai sesuatu yang sangat menentukan.

Bulan lalu, The Fed menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%–4%, kenaikan pertama sejak 2023. Menurut CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang 72,3% The Fed mempertahankan suku bunga pada rapat 27–28 Oktober, sementara mayoritas pelaku pasar memperkirakan kenaikan 25 basis poin pada Desember.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!