Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Bahlil Targetkan Hilirisasi Tembus Rp 11.067 Triliun di 2040

Bahlil Targetkan Hilirisasi Tembus Rp 11.067 Triliun di 2040

Liputan6Liputan62026/10/15 01:21
Oleh:Liputan6
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi,  Bahlil Lahadalia menargetkan nilai hilirisasi Indonesia mencapai US$ 618 miliar atau setara Rp 11.067 triliun (dengan asumsi kurs Rp 17.908 per dolar AS) pada 2040. Pemerintah akan memperluas hilirisasi ke berbagai sektor, mulai dari mineral dan batu bara hingga pertanian.

"Master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040 target kita mencapai US$ 618 miliar. Dan hilirisasi ini sesungguhnya dilakukan dari semua sektor, baik sektor mineral dan batubara, oil and gas, kehutanan, perikanan, maupun pertanian," kata Bahlil dikutip Kamis (15/10/2026).

Hilirisasi menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat daya saing ekspor Indonesia. Pemerintah ingin mengubah pola ekspor yang selama ini masih mengandalkan bahan mentah menjadi produk hasil pengolahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Bahlil juga menegaskan Indonesia tidak ingin terus bergantung pada ekspor bahan baku. Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan industri pengolahan dan ekosistem industri dari hulu hingga hilir.

Hilirisasi Nikel

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.

Bahlil mencontohkan hilirisasi nikel sebagai salah satu sektor yang mengalami peningkatan nilai ekspor setelah pemerintah menghentikan ekspor bahan mentah dan mengembangkan industri pengolahan di dalam negeri.

Ia menyebut nilai ekspor nikel Indonesia pada 2017–2018 masih sebesar US$3,3 miliar atau Rp 59 triliun. Setelah hilirisasi dikembangkan, nilai ekspor tersebut meningkat menjadi US$34 miliar pada 2023 dan melampaui US$40 atau Rp 719 miliar pada 2025.

Dengan demikian, nilai ekspor nikel Indonesia naik lebih dari Rp 659 triliun atau lebih dari 12 kali lipat dibandingkan pada 2017–2018. Capain ini kemudian mendorong pemerintah untuk membidik target nilai ekspor nikel yang lebih tinggi, yakni mencapai US$45 miliar pada tahun 2026.

"Dan di tahun 2026 saya targetkan ini di angka US$ 45 miliar." kata Bahlil.

Menurutnya, peningkatan nilai ekspor tersebut tidak terlepas dari pembangunan industri pengolahan serta pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!