Perkiraan kekayaan bersih Buffett naik ke US$ 142 miliar, atau Rp 2.538 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.878). Angka tersebut naik hampir setengah miliar dolar AS dari penutupan sebelumnya, dilansir dari Forbes, Jumat (2/10/2026)
Sementara, kekayaan Ortega turun US$ 1,8 miliar atau Rp 32,1 triliun ke US$ 140,1 miliar atau Rp 2.504 triliun setelah saham Inditex turun 1,6%. Ini menambah kemerosotan saham Inditex sebulan belakangan ke sekitar 7,7%.
Advertisement
Kini, Buffett menduduki posisi ke-10, tepat di bawah pemilik Los Angeles Clippers, Steve Ballmer, yang kekayaannya hampir mencapai US$ 160 miliar ata Rp 2.860 triliun pada Kamis.
Ortega adalah pemilik saham mayoritas di Inditex, perusahaan inti dari Zara, Massimo Dutti, dan Pull&Bear.
Latar Belakang Berkshire Hathaway
Saham kelas A Berkshire Hathaway turun kurang dari satu persen sejak awal tahun, tetapi telah naik lebih dari 80% dalam lima tahun perdagangan sahamnya. Perusahaan tersebut memiliki saham signifikan di Apple, American Express, Coca-Cola, Google dan Bank of America.
Nilai pasar Berkshire Hathaway kini lebih dari US$ 1 triliun, atau Rp 17.878 triliun. Buffett, yang melepaskan dari posisi tinggi di perusahaan miliknya, akan memberikan lebih dari 99% kekayaannya setelah dia wafat. Sementara, dia sudah mendonasikan lebih dari US$ 72 miliar, atau Rp 1.287 triliun, menurut profil Forbes miliknya.
Berkshire juga membeli 660.410 saham strategis di Lennar dengan harga rata-rata US$ 81,59 (Rp 145,8 juta) per saham pada hari Senin hingga Rabu, sehingga meningkatkan kepemilikannya di perusahaan pengembang perumahan tersebut menjadi 26%, demikian dilaporkan Benzinga.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement

