Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Bisnis UMKM Tetap Ekspansif di Kuartal II 2026, Optimisme Pelaku Usaha Masih Terjaga

Bisnis UMKM Tetap Ekspansif di Kuartal II 2026, Optimisme Pelaku Usaha Masih Terjaga

Liputan6Liputan62026/09/18 02:09
Oleh:Liputan6
Ilustrasi UMKM. Foto dok. BRI

Liputan6.com, Jakarta -
Aktivitas bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM) masih menunjukkan ketahanan di tengah dinamika daya beli masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam Indeks Bisnis UMKM Q2-2026 yang dirilis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, bersamaan dengan proyeksi untuk Q3-2026.

Berdasarkan hasil survei, Indeks Bisnis UMKM pada Q2-2026 tercatat sebesar 102,1. Angka yang masih berada di atas 100 menunjukkan aktivitas bisnis UMKM tetap berada dalam fase ekspansif. Pelaku UMKM juga masih menyimpan optimisme terhadap prospek usaha mereka ke depan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan, sejumlah faktor turut menopang aktivitas bisnis UMKM sepanjang Q2-2026. Di antaranya perekonomian yang tetap tumbuh positif, momentum panen raya tanaman pangan dengan harga produk pertanian yang baik, serta mulai bergulirnya proyek pemerintah maupun swasta.

Kondisi cuaca yang kondusif dan penyaluran bantuan sosial yang tetap agresif juga ikut memberikan dorongan terhadap aktivitas bisnis UMKM pada periode tersebut.

Kendati masih ekspansif, laju pertumbuhan aktivitas bisnis UMKM melambat dibandingkan Q1-2026. Normalisasi permintaan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Selain itu, UMKM menghadapi tantangan berupa pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan harga barang input dan biaya operasional, keterbatasan modal usaha, hingga persaingan bisnis yang semakin ketat. Perkembangan ini berjalan seiring dengan moderasi pertumbuhan ekonomi pada Q2-2026.

“Prospek bisnis UMKM pada Q3-2026 diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun lebih moderat, terutama ditopang oleh peningkatan proyek pemerintah dan swasta yang akan memberikan spillover effect terhadap sektor lainnya serta perekonomian yang tetap tumbuh. Di sisi lain, pelemahan daya beli dan El Nino menjadi faktor risiko yang perlu dicermati, khususnya bagi sektor pertanian,” ujar Hery.

Pertanian hingga Konstruksi Catat Penguatan

Ilustrasi UMKM. Foto dok. BRI

Optimisme terhadap prospek usaha tersebut juga tercermin dari aktivitas investasi UMKM yang tetap tumbuh dengan indeks berada di atas 100. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah moderasi aktivitas bisnis, pelaku UMKM masih memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi dan keberlanjutan usahanya.

Dari sisi sektoral, pada Q2-2026 mayoritas sektor UMKM masih mencatatkan indeks di atas 100. Sektor pertanian, konstruksi, dan pertambangan mencatatkan penguatan, didorong oleh momentum panen raya dan harga jual produk pertanian yang baik, serta mulai bergulirnya proyek pemerintah dan swasta yang didukung kondisi cuaca yang kondusif.

Sementara itu, kinerja sektor lainnya menunjukkan perkembangan yang lebih moderat. Industri pengolahan dan jasa-jasa lainnya masih berada pada fase ekspansif, meskipun mengalami perlambatan. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca-HBKN, pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan harga barang input dan biaya operasional, serta persaingan usaha yang semakin ketat.

Meski aktivitas pada Q2-2026 mengalami moderasi, prospek bisnis UMKM pada Q3-2026 masih menunjukkan arah yang positif. Aktivitas bisnis di semua sektor diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun dengan laju yang lebih moderat. Sektor pertambangan dan konstruksi diperkirakan menjadi penopang seiring semakin banyaknya proyek pemerintah dan swasta yang bergulir.

Prospek tersebut sejalan dengan sentimen bisnis pelaku UMKM yang masih terjaga untuk tiga bulan mendatang. Indeks Ekspektasi sentimen bisnis pelaku UMKM untuk Q3-2026 tercatat sebesar 120,2. Level indeks yang cukup jauh di atas 100 menunjukkan optimisme yang masih kuat terhadap prospek ekonomi, sektor usaha, dan perkembangan usahanya ke depan.

Optimisme ini terlihat pada mayoritas sektor usaha. Sentimen bisnis masih berada di atas 100 pada sebagian besar sektor, dengan konstruksi mencatat kenaikan 7,4 poin menjadi 110,8 dan pertambangan meningkat 1,6 poin menjadi 108,3. Penguatan kedua sektor tersebut terutama didorong oleh bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, peningkatan permintaan pasir, batu dan galian untuk bangunan, serta kondisi cuaca yang kondusif.

Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah Tetap Terjaga

Selain optimisme terhadap prospek usaha, survei juga menunjukkan kepercayaan pelaku UMKM terhadap pemerintah tetap terjaga. Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah (IKP) pada Q2-2026 tercatat sebesar 107,4, atau masih berada di atas 100. Penilaian tertinggi diberikan pada aspek memberikan rasa aman dan tenteram dengan indeks 130,4, disusul menyediakan dan merawat infrastruktur sebesar 116,5.

Hery menilai, keseluruhan hasil survei menunjukkan bahwa pelaku UMKM masih memiliki daya tahan di tengah moderasi aktivitas ekonomi. Meski menghadapi tekanan terhadap daya beli, kenaikan biaya usaha, serta persaingan yang semakin ketat, optimisme terhadap prospek usaha tetap menjadi modal penting bagi UMKM untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan.

“Kondisi ini menunjukkan pentingnya terus menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menciptakan ruang bagi UMKM untuk berkembang. BRI akan terus mencermati dinamika tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM agar mampu menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” tutup Hery.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!