Putra sulung, Pham Nhat Quan Anh (33), menjadi CEO VinFast, produsen mobil pertama Vietnam sejak 2017 yang memiliki fasilitas produksi dan rantai manufaktur lengkap, efektif mulai Sabtu waktu setempat. Dilansir dari VnExpress, Anh sebelumnya menjabat sebagai Chairman VinFast sejak Mei lalu.
Anh merupakan lulusan Singapore Management University dan bergabung dengan Vingroup pada 2015, menduduki sejumlah posisi manajemen di berbagai perusahaan grup. Sementara itu, ia tetap memimpin VinMetal, produsen baja berkualitas tinggi milik Vingroup.
Advertisement
Pada 2021, VinFast mengubah strategi dengan beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik dan menghentikan produksi mobil berbahan bakar bensin. Kini, target pengirimannya mencapai 300.000 kendaraan secara global.
Pada hari yang sama, Green SM yang didirikan pada 2023 juga mengumumkan putra kedua Vuong, Pham Nhat Minh Hoang, ditunjuk sebagai CEO. Yang menjabat sebelumnya, Nguyen Quoc Tuan, akan menggantikan istri Vuong, Pham Thu Huong, sebagai ketua.
Hoang (26) beberapa kali menjadi senior di VinFast, Green Future, VinSmart Future, dan Green SM. Selain menduduki posisi manajemen, ia juga berinvestasi langsung di sejumlah perusahaan Vingroup, perusahaan terbesar Vietnam yang tercatat di bursa, seperti VinSpeed, VinEnergo, VinMetal, VinVentures, serta beberapa perusahaan robotika.
Perombakan Pimpinan Dilakukan demi Dorong Talenta Internal
Modal dasar awal perusahaan ini sebesar 3 triliun dong vietnam atau Rp 2 triliun (asumsi kurs dong Vietnam terhadap rupiah 0,6794), yang kemudian meningkat menjadi lebih dari 43 triliun dong vietnam atau Rp 29,2 triliun, hingga kini tengah mempersiapkan IPO.
Green SM awalnya berfokus pada layanan taksi dan transportasi daring dengan kendaraan VinFast, sebelum memperluas bisnis ke layanan pengantaran makanan dan paket, serta penyewaan mobil dan sepeda motor listrik. Kini, perusahaan itu telah beroperasi di 34 provinsi dan kota di Vietnam serta enam pasar internasional.
Perombakan jajaran pimpinan ini dilakukan ketika Vingroup dan perusahaan-perusahaan afiliasinya mendorong pengembangan talenta internal perusahaan serta memberikan tanggung jawab besar kepada generasi eksekutif muda di tengah ekspansi internasional yang pesat.
Vuong sebagai Ketua Vingroup memiliki kekayaan bersih US$ 37,9 miliar atau Rp 669 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.660), berdasarkan data real-time Forbes.
Istrinya, Huong, merupakan orang terkaya kedua di Vietnam dengan aset sekitar US$ 4,3 miliar atau Rp 75,9 triliun, disusul saudara perempuannya yang juga seorang miliarder dengan kekayaan sekitar US$ 3 miliar atau Rp 52,9 triliun.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement




