Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Kazakhstan memperluas jalur alternatif ekspor minyak, ketergantungan pada CPC sulit diatasi dalam jangka pendek

Kazakhstan memperluas jalur alternatif ekspor minyak, ketergantungan pada CPC sulit diatasi dalam jangka pendek

智通财经智通财经2026/09/13 00:31
Tampilkan aslinya
  1. Pada 8 September, terjadi insiden drone di terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) dekat Novorossiysk, yang menyebabkan pemuatan minyak mentah sempat terhenti. Insiden ini kembali menyoroti ketergantungan tinggi Kazakhstan pada jalur ekspor utama melalui Rusia. Kementerian Energi Kazakhstan menyatakan bahwa negara tersebut berencana mengekspor 64,8 juta ton minyak melalui CPC pada tahun 2025.
  2. Astana kini giat mencari rute alternatif, namun volume angkutnya masih sangat jauh berbeda. Kementerian Energi memperkirakan volume tahunan melalui pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC) hanya sekitar 1,2 juta ton. Azerbaijan menyatakan siap menerima hingga 2,2 juta ton minyak Kazakhstan per tahun melalui BTC, sementara Kazakhstan National Oil and Gas Company memperkirakan volume pengiriman pada 2026 mencapai 1,6 juta ton. Meski memakai angka tertinggi, jumlah itu hanya setara sekitar 3% dari volume ekspor Kazakhstan melalui CPC tahun lalu.
  3. Rute Kaspia memungkinkan minyak Kazakhstan sepenuhnya melewati wilayah Rusia: minyak mentah dikirim terlebih dahulu ke pelabuhan Aktau, kemudian diangkut melintasi Laut Kaspia ke Azerbaijan menggunakan tanker, lalu melalui pipa BTC melintasi Georgia hingga akhirnya tiba di pelabuhan Ceyhan di Mediterania, Turki. Namun, logistik rute ini jauh lebih rumit, sehingga perlu peningkatan kapasitas tanker dan perbaikan infrastruktur transportasi di kedua sisi Laut Kaspia agar volume pengiriman dapat bertambah besar secara signifikan.
  4. Kazakhstan juga mengekspor minyak ke negara-negara besar Asia. Pilihan lain adalah pipa Atyrau-Samara, namun jalur ini tetap menyalurkan minyak ke sistem pipa Rusia sehingga tidak mengurangi ketergantungan pada transit melalui Rusia.
  5. Insiden terbaru ini menyebabkan dua fasilitas tambat tunggal menghentikan operasi pemuatan. Kementerian Energi menyatakan bahwa inspeksi pada peralatan dan kapal tidak menemukan masalah yang mempengaruhi kelanjutan proses pemuatan, juga tidak ada dampak lingkungan yang dilaporkan. Proses pemuatan telah dilanjutkan dan CPC tidak mengenakan pembatasan terhadap minyak mentah yang diterima dari pihak Kazakhstan. Sejak 2026, pengoperasian CPC beberapa kali terganggu akibat serangan berulang di sekitar terminal.
  6. Menteri Energi Akenejenov memperkirakan insiden pada Januari dan Juli yang memengaruhi CPC telah menyebabkan kerugian sekitar 3,5 juta ton produksi minyak. Ia menyatakan bahwa Kazakhstan terpaksa menurunkan proyeksi produksi minyak untuk 2026 dari 98 juta ton menjadi sekitar 96 juta ton.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!