Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Kurangi Impor LPG, Pertamina Kembangkan Jargas dan CNG

Kurangi Impor LPG, Pertamina Kembangkan Jargas dan CNG

Liputan6Liputan62026/09/11 06:18
Oleh:Liputan6
Kepala BP BUMN Dony Oskaria (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta -
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria mendorong PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi ketergantungan liquified petroleum gas ( LPG) impor. Pemanfaatan gas alam dinilai jadi dalah satu opsi yang bisa diambil.

Dony menilai cara Pertamina menyalurkan Liquified Natural Gas (LNG) pada jaringan gas (jargas) rumah tangga serta rencana pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) ke masyarakat. Skemanya, satu mother station CNG ditargetkan dapat menyalurkan pasokan gas hingga melayani sekitar 12.000 rumah.

"Ini bisa menurunkan ketergantungan secara signifikan. Kombinasi antara jargas dan CNG ini luar biasa. Dampaknya terhadap kita signifikan, terutama untuk mengurangi impor dan ketergantungan kita terhadap LPG” ujar Dony mengutip keterangan resmi, Jumat (11/9/2026).

Chief Operating Officer (COO) Danantara ini juga mendorong Pertamina untuk meningkatkan produksi LNG dalam negeri. Pertamina memproyeksikan porsi LNG bisa mencapai lebih dari 50 persen dari keseluruhan pasokan gas.

“Yang paling penting ada progres. Artinya, kalau kebutuhan kita 50 persen, kita sudah bisa suplai dari dalam negeri,” tegasnya.

Penguatan produksi LNG dalam negeri serta pengembangan jargas dan CNG menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap energi berbasis gas, tetapi juga menekan kebutuhan impor dan memperkuat kemandirian energi nasional.

 

Pemerintah Uji Coba CNG

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung dalam EBTKE ConEx di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026). (Liputan6.com/Arief)

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah telah melakukan serangkaian pengujian penggunaan Compressed Natural Gas (CNG).

Pengujian tersebut mencakup aspek ketahanan hingga proses pengisian ulang. Pengujian CNG dilakukan di Lemigas untuk memastikan ketahanan serta kesiapan proses pengisian ulang bahan bakar tersebut.

"Untuk CNG, ini kita tabung. Kita sudah uji coba di Lemigas. Ini dari sisi ketahanan, kemudian dari sisi pengisian ulang, itu kan kita sudah melakukan pengujian," ujar dia melansir Antara, Rabu (19/8/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah juga telah menyiapkan sumber pasokan CNG melalui pengembangan kilang mini, salah satunya berada di Pasuruan, Jawa Timur.

 

Ada Kilang Mini

"Ini dari sumbernya, kita juga ada kilang mini yang kita kembangkan. Jadi ada yang di Pasuruan, ada di beberapa daerah," katanya.

Menurut Yuliot, persiapan implementasi CNG dilakukan secara paralel oleh Kementerian ESDM. Sementara terkait rencana pelaksanaan uji coba, dikatakan pengujian di Lemigas masih terus berjalan.

"Mudah-mudahan kalau pengujian sudah selesai, ini akan bisa diimplementasikan. Ini mungkin pilot proyek dulu," tutur Yuliot.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!