Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Kepala Investasi Morgan Stanley menyarankan melakukan lindung nilai dengan saham energi dan menghindari obligasi pemerintah AS 30 tahun.

Kepala Investasi Morgan Stanley menyarankan melakukan lindung nilai dengan saham energi dan menghindari obligasi pemerintah AS 30 tahun.

智通财经智通财经2026/09/09 16:51
Tampilkan aslinya
Mike Wilson dari Morgan Stanley mengatakan bahwa para investor yang khawatir akan kenaikan suku bunga dan harga minyak sebaiknya memilih saham Amerika Serikat yang berkualitas lebih tinggi dan menggunakan saham energi sebagai lindung nilai portofolio, sambil menghindari obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun. Dalam sebuah wawancara pada hari Rabu, Wilson menyatakan: "Jangan menipu diri sendiri, S&P 500 masih merupakan pasar saham dengan kualitas tertinggi di dunia. Jadi jika Anda gugup, pegang saja S&P 500." Ia menambahkan: "Jangan memegang obligasi jangka panjang. Dalam lima tahun terakhir, kinerja obligasi jangka panjang benar-benar bencana." Optimisme Wilson terhadap saham energi juga menyoroti peran ganda sektor ini. Di satu sisi, rebound harga minyak mentah meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memberikan tekanan pada obligasi pemerintah AS; di sisi lain, harga saham perusahaan minyak secara signifikan mengungguli pasar sejak bulan Juni. Dari 1 Juni hingga Selasa, Indeks Energi S&P 500 naik 13%, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 1% pada S&P 500 selama periode yang sama. Sebagai Kepala Ahli Strategi Saham AS dan Chief Investment Officer Morgan Stanley, Wilson juga menunjukkan bahwa produksi energi domestik AS mampu memberikan perlindungan tertentu dari guncangan pasokan yang dihadapi oleh Eropa dan Jepang.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!