Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Harga lithium kembali turun, JPMorgan menurunkan perkiraan laba Albemarle (ALB.US) dan memangkas target harga menjadi 140 dolar AS

Harga lithium kembali turun, JPMorgan menurunkan perkiraan laba Albemarle (ALB.US) dan memangkas target harga menjadi 140 dolar AS

智通财经智通财经2026/08/26 07:06
Tampilkan aslinya

Dipengaruhi oleh penurunan harga lithium yang berkelanjutan, JPMorgan secara signifikan menurunkan prediksi laba dan target harga bagi raksasa lithium global, Albemarle.

Golden Ten Data APP melaporkan, akibat harga lithium yang terus melemah, JPMorgan secara signifikan menurunkan prediksi keuntungan dan target harga bagi raksasa industri lithium global, Albemarle (ALB.US). Dampak dari hal ini, harga saham Albemarle pada hari Selasa ditutup turun 5,89%, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terburuk di indeks S&P 500 hari itu.

Analis JPMorgan, Jeffrey Zekauskas, mempertahankan peringkat “netral” terhadap Albemarle dalam sebuah laporan, namun menurunkan target harga saham dari 160 dolar AS menjadi 140 dolar AS. JPMorgan menyatakan, proyeksi EBITDA yang disesuaikan untuk Albemarle pada 2026 diturunkan dari 3,37 miliar dolar AS menjadi 2,88 miliar dolar AS, penurunan sebesar 14,4%; proyeksi EBITDA yang disesuaikan untuk 2027 diturunkan dari 3,59 miliar dolar AS menjadi 2,93 miliar dolar AS, turun 18,4%.

Proyeksi laba per saham yang disesuaikan juga ikut diturunkan. Proyeksi laba per saham yang disesuaikan untuk 2026 turun dari 14,20 dolar AS menjadi 12,05 dolar AS; proyeksi 2027 turun dari 15,35 dolar AS menjadi 11,65 dolar AS.

JPMorgan menegaskan, penyesuaian ini terutama mencerminkan prospek harga lithium yang melemah. Data menunjukkan, harga lithium karbonat di Tiongkok pada kuartal kedua rata-rata sebesar 24.810 dolar AS per ton, tetapi rata-rata harga pada kuartal ketiga sejauh ini telah turun ke sekitar 21.625 dolar AS. Saat ini, JPMorgan memperkirakan harga lithium akan bertahan di kisaran rendah sedikit di atas 20 dolar AS per kilogram, sementara model sebelumnya memperkirakan kisaran tengah 20 dolar AS per kilogram.

JPMorgan menilai perubahan harga lithium sangat mempengaruhi profitabilitas Albemarle. JPMorgan memperkirakan, setiap perubahan harga lithium sebesar 1 dolar AS per kilogram, EBITDA tahunan Albemarle akan berubah sekitar 250 juta dolar AS. Artinya, perubahan asumsi harga lithium dari kisaran tengah 20 dolar AS per kilogram menjadi kisaran sedikit di atas 20 dolar AS per kilogram sudah cukup untuk menjelaskan penurunan proyeksi EBITDA jangka panjang hingga miliaran dolar AS.

JPMorgan juga memprediksi, EBITDA yang disesuaikan Albemarle pada kuartal ketiga sebesar 668 juta dolar AS, lebih rendah dari kuartal kedua yang sebesar 858 juta dolar AS, namun jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 226 juta dolar AS. JPMorgan juga memperkirakan volume penjualan produk lithium pada kuartal ketiga akan menurun dibandingkan kuartal sebelumnya, dan struktur produk akan makin melemah.

Selain itu, pabrik Greenbushes CGP3 milik Albemarle di Australia masih mengalami keterlambatan setelah terjadi kebakaran pada bulan Juni. Pabrik tersebut telah kembali beroperasi pada 1 Agustus, namun JPMorgan memprediksi pabrik baru akan mencapai produksi penuh pada akhir kuartal pertama 2027.

Dari perspektif jangka panjang, Albemarle tetap mendapat manfaat dari tingginya permintaan lithium yang didorong pembangunan kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Investasi perusahaan dalam teknologi diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi lithium dan memperluas skala operasi. Namun, profitabilitas tetap sangat bergantung pada harga lithium yang berfluktuasi, dan masalah operasional di basis produksi utama kemungkinan terus memengaruhi keuntungan serta margin laba.

JPMorgan menyatakan, saat ini harga saham Albemarle sudah mendekati target harga, dengan valuasi berada pada tingkat yang wajar untuk produsen lithium berkualitas tinggi namun dengan volatilitas besar.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Apakah imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik menjadi 5,5% akan "menghantam" saham AS? Societe Generale memperingatkan: Ini mungkin merupakan titik kritis penilaian.

Kepala Pengalokasian Aset Global di Societe Generale, Bokobza, menyatakan bahwa jika imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun mencapai 5,5%, pertumbuhan laba perusahaan tidak akan cukup untuk mengimbangi dampak kenaikan suku bunga terhadap valuasi, sehingga pasar saham akan menghadapi tekanan yang signifikan. Namun, menurut dirinya, kenaikan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve dan European Central Bank akan terbatas dan tidak akan mengganggu siklus ekonomi saat ini.

华尔街见闻2026/09/07 15:36

BTC turun di bawah $79.000

金色财经2026/09/07 14:47