Tether berencana meluncurkan stablecoin yang dipatok pada dirham Uni Emirat Arab
Tether berencana meluncurkan stablecoin baru yang dipatok pada dirham Uni Emirat Arab melalui kolaborasi dengan Phoenix Group dan Green Acorn Investments.
Menurut siaran pers, token tersebut akan "memimpin upaya mendapatkan lisensi di bawah Regulasi Layanan Token Pembayaran yang baru diumumkan oleh Bank Sentral UEA."
Menurut Tether, stablecoin yang dipatok pada dirham ini akan memberikan pengguna cara yang lebih hemat biaya dan transparan untuk mengakses mata uang tersebut serta menjadi lindung nilai terhadap fluktuasi mata uang.
"Kami senang mengumumkan inisiatif ini untuk mengembangkan stablecoin Tether yang dipatok pada Dirham, menambah jajaran opsi stablecoin kami," kata CEO Tether Paolo Ardoino.
"Uni Emirat Arab sedang berkembang menjadi pusat ekonomi global yang signifikan, dan kami percaya pengguna kami akan menganggap token Dirham-pegged kami sebagai tambahan yang bernilai dan serbaguna," tambahnya, sembari mengklaim: "Stablecoin Tether yang dipatok pada Dirham ini akan menjadi alat penting bagi bisnis dan individu yang mencari sarana yang aman dan efisien untuk bertransaksi dalam Dirham Uni Emirat Arab, baik untuk pembayaran lintas negara, perdagangan, atau diversifikasi aset digital."
Stablecoin Tether yang dipatok pada dirham ini bergabung dengan jajaran token lain yang dipatok pada mata uang fiat dari perusahaan tersebut, seperti USDT dan EURT. Tether selama ini dan masih menjadi penerbit stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
S&P memperkirakan SK Hynix akan melanjutkan buyback hingga maksimum 40 triliun won pada kuartal keempat, ditambah dividen yang besar, sehingga pasar Value-up Korea mendapatkan katalis baru.
S&P Global Market Intelligence memprediksi bahwa SK Hynix kemungkinan akan mengumumkan rencana buyback saham baru senilai 100 millions hingga 400 millions won Korea pada kuartal keempat tahun ini. Didukung oleh berita ini, ADR SK Hynix melonjak lebih dari 6% pada hari Selasa dan harga saham di Bursa Korea sempat naik 5% pada hari Rabu. S&P menyatakan bahwa, dengan Samsung Electronics yang membatalkan saham treasury dan memberikan dividen besar, dua raksasa ini berpotensi menetapkan standar baru tata kelola perusahaan di pasar modal Korea, membantu mengatasi masalah "Korean Discount" yang telah berlangsung lama.
Semakin yen naik, semakin banyak investor ritel melakukan posisi short! Dengan taruhan short sebesar 3.61 triliun, sinyal peringatan short squeeze mulai berbunyi.
Meskipun yen telah mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, investor ritel Jepang tetap bertaruh bahwa lonjakan besar akan segera mereda dan terus menambah posisi bearish.


Pasar bitcoin untuk September sudah ditentukan, minggu depan pasti akan mencapai tujuh ribu!

