CEO Ripple Menjelaskan Ripple dan XRP dengan Cara yang Paling Sederhana
Garlinghouse memulai dengan pengamatan yang lugas: jaringan pembayaran saat ini beroperasi seperti internet pada masa awal. Pengguna CompuServe tidak dapat mengirim email ke pengguna AOL. Setiap jaringan terisolasi dari yang lainnya. Sistem pembayaran saat ini bekerja dengan cara yang sama.
Ia mencatat bahwa pengguna Venmo tidak dapat dengan mudah mengirim uang kepada seseorang di platform berbeda. PayPal memiliki Venmo, namun kedua sistem tersebut baru mulai berkomunikasi beberapa waktu terakhir. Infrastruktur ini memang sengaja terfragmentasi, dan fragmentasi tersebut membuat orang kehilangan waktu dan uang.
Di Mana Rasa Sakit Terbesar
Pembayaran lintas negara merupakan inti dari permasalahan. Garlinghouse menggambarkan pengalamannya, mengatakan, “Ini menyakitkan, mahal, lambat, terjadi banyak kesalahan, dan bisa hilang selama dua minggu.” Ini telah menjadi pengalaman rutin bagi bisnis dan individu yang mengirim uang secara internasional.
Garlinghouse membandingkannya dengan kemampuan streaming video langsung dari stasiun luar angkasa. Kesenjangan teknologi antara dua hal tersebut bukan karena keterbatasan teknis; hal ini hanya menyoroti bagaimana infrastruktur pembayaran dibangun.
Bagaimana Ripple Mengatasinya
Ripple membangun teknologinya untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Transaksi XRP diselesaikan dalam waktu sekitar empat detik di mana pun di dunia. Biayanya hanya sepersekian sen per transaksi. Garlinghouse sangat menekankan satu hal: teknologi lebih penting bagi sebagian besar pengguna dibanding aset yang menjadi dasarnya.
Dia mencatat bahwa saat ia menjelaskan, ia sengaja menghindari kata “crypto” dan “XRP” pada awalnya. Konsumen peduli pada kecepatan dan biaya. Apakah XRP menjadi tenaga di balik transaksi itu adalah detail teknis yang kebanyakan pengguna tidak pernah pikirkan.
Ripple memilih untuk menjual teknologinya kepada bank dan lembaga keuangan daripada langsung menargetkan konsumen individu. Strategi institusi tersebut menempatkan alat Ripple di tangan organisasi yang sudah terlibat dalam arus pembayaran global.
Periode Regulasi
Garlinghouse membahas bab hukum dalam sejarah Ripple. SEC menggugat Ripple, dan kasus itu menghentikan bisnis domestik perusahaan selama kurang lebih lima tahun. Masa itu kini telah berlalu bagi perusahaan. Garlinghouse mengonfirmasi bahwa bisnis Ripple di Amerika Serikat telah kembali berjalan.
Alasan Percaya Diri terhadap XRP
Postingan AllInCrypto lebih menyoroti Garlinghouse secara pribadi daripada teknologi. Ia percaya bahwa komunikasi kepemimpinan yang jelas penting untuk jalur XRP. Garlinghouse telah memimpin perusahaan selama hampir satu dekade dan dapat berbicara secara jelas mengenai XRP dan peran Ripple. AllInCrypto menyebut kejelasan itu sebagai alasan untuk percaya diri, terlepas dari posisi seseorang terhadap XRP sebagai aset.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Baird menaikkan target harga Airbnb menjadi 200 dolar AS.
Kebijakan Inggris yang berubah-ubah gagal mempertahankan minat perusahaan besar: BP dengan tegas merampingkan dan melepas bisnis Laut Utara, daftar calon pembeli mulai muncul.
Operasi North Sea perusahaan BP telah menarik minat dari calon pembeli, termasuk Adura dan NEO Next+.

Goldman Sachs: Mempertahankan peringkat “Beli” untuk ACMR.US dengan target harga 166 dolar AS
Perusahaan percaya bahwa AI generatif sedang menuntut persyaratan baru untuk SPE, yang mungkin membawa perubahan dalam lanskap persaingan dan memberikan keuntungan bagi produsen yang memiliki kemampuan desain yang kuat.

