Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Imbal hasil obligasi zona euro turun karena harga minyak yang rendah dan data inflasi AS yang lemah

Imbal hasil obligasi zona euro turun karena harga minyak yang rendah dan data inflasi AS yang lemah

ReutersReuters2026/08/12 15:46
Tampilkan aslinya

Memperbarui harga

- Imbal hasil obligasi pemerintah zona euro turun pada hari Rabu seiring harga minyak tetap stabil dan data menunjukkan inflasi AS sedikit mereda secara tahunan bulan lalu.

Para trader menunggu detail lebih lanjut terkait pembicaraan untuk membuka kembali Selat Hormuz, meskipun kesepakatan dalam waktu dekat tampak semakin jauh di tengah serangan baru terhadap kapal-kapal di Teluk dan sikap AS serta Iran yang semakin keras.

Harga minyak tetap relatif tenang LCOc1, sementara Brent crude tidak berubah di $88.90 per barel.

Imbal hasil obligasi 10 tahun Jerman, yang menjadi acuan zona euro, terakhir turun 2 basis poin (bps) menjadi 3,157%.

Inflasi AS tercatat 3,4% secara tahunan di bulan Juli, menurut data resmi, turun dari 3,5% pada bulan sebelumnya dan sejalan dengan ekspektasi para ekonom.

Imbal hasil Treasury AS turun tipis setelah rilis data tersebut, yang juga menunjukkan inflasi inti — yang tidak memasukkan harga pangan dan energi yang bergejolak — sedikit mereda secara tahunan bulan lalu.

Imbal hasil obligasi 2 tahun Jerman DE2YT=RR terakhir turun 1 bp menjadi 2,774%.

Investor dan analis mengatakan Komite Pasar Terbuka Federal bank sentral AS akan mencermati data inflasi bulan Agustus sebelum mengambil keputusan tingkat suku bunga berikutnya pada bulan September.

"Masih ada satu putaran data inflasi lagi sebelum pertemuan FOMC September, sehingga segalanya masih bisa terjadi, tetapi laporan hari ini yang sesuai proyeksi adalah awal yang baik," kata Lindsay Rosner, kepala investasi pendapatan tetap multi-sektor di Goldman Sachs Asset Management.

Para trader sedikit memangkas taruhan mereka atas kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini dari European Central Bank. Pasar uang terakhir mengindikasikan 39 basis poin pengetatan moneter tambahan, turun sekitar 1 bp dari sesi sebelumnya.

Besarnya ekonomi AS dan pasar keuangannya membuat data ekonomi negara tersebut diawasi ketat di seluruh dunia dan dapat memengaruhi ekspektasi terkait kebijakan moneter bank sentral lain.


(Laporan oleh Harry Robertson dan Amanda Cooper; Penyuntingan oleh David Holmes, Paul Simao, dan Keith Weir)

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!