Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Bank-bank terpecah pendapat tentang apakah langkah RBA berikutnya adalah kenaikan atau penurunan suku bunga di tengah risiko energi

Bank-bank terpecah pendapat tentang apakah langkah RBA berikutnya adalah kenaikan atau penurunan suku bunga di tengah risiko energi

FXStreetFXStreet2026/08/12 01:29
Tampilkan aslinya

Reserve Bank of Australia (RBA) secara bulat mempertahankan suku bunga di 4,35% pada bulan Agustus, namun para peramal ekonomi utama memberikan pandangan berbeda mengenai langkah selanjutnya:

  • MUFG menyoroti risiko eksternal yang serius. Lonjakan harga Brent crude, yang dipicu oleh tekanan Amerika Serikat terhadap Iran dan penutupan Selat Hormuz, dapat memicu gelombang inflasi global. Meskipun RBA telah ‘membeli waktu’ dengan data tenaga kerja dan perumahan domestik yang lebih lemah, MUFG memperingatkan bahwa jika biaya energi terus tinggi, kenaikan suku bunga bisa terjadi secepat September. Pasar sudah mulai memasukkan kemungkinan kenaikan penuh sebelum Maret tahun depan.
  • National Australia Bank (NAB) menyoroti perubahan nada yang halus dari RBA, mencatat referensi mengenai gap output yang lebih kecil dan kondisi keuangan yang “agak membatasi.” NAB mengartikan hal ini sebagai keyakinan RBA bahwa ekonomi domestik telah cukup melambat. Dengan demikian, NAB memperkirakan pertumbuhan PDB kuartalan yang stabil (0,3%–0,4%) dengan suku bunga tetap hingga 2026, diikuti penurunan suku bunga pertama sekitar pertengahan 2027.
  • Westpac menggambarkan keputusan ini sebagai “hawkish hold.” Data inflasi dan pasar tenaga kerja yang melunak memaksa Dewan untuk melunakkan bias pengetatan yang eksplisit. Meskipun skenario utama Westpac adalah jeda berkepanjangan hingga pertengahan tahun depan, Westpac memperingatkan bahwa potensi kenaikan harga energi dapat membuka peluang kenaikan suku bunga lagi di akhir tahun jika risiko naik terwujud.
  • Commonwealth Bank (CBA) memperkirakan RBA akan mempertahankan suku bunga di 4,35% hingga 2026, dengan dua penurunan hati-hati ditargetkan pada 2027. Walaupun disinflasi berlanjut, peringatan Dewan mengenai kemungkinan kenaikan bertujuan menahan pelonggaran pasar yang terlalu dini. Data CPI bulan Juli yang akan datang menjadi ujian utama, sementara potensi kenaikan suku bunga pada November tetap menjadi risiko naik utama.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!