Ekonomi Amerika Serikat kehilangan 23.000 pekerjaan di bulan Juli, menandakan bahwa pasar tenaga kerja belum stabil setelah empat bulan pertumbuhan positif. Namun, tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,1 persen.
Setelah data ketenagakerjaan yang lemah, Nick Timiraos, reporter Wall Street Journal yang dikenal dengan hubungan dekatnya dengan kebijakan The Fed, menyatakan bahwa menafsirkan laporan ketenagakerjaan Juli tidak akan mudah bagi The Fed.
Menurut Timiraos, bukti baru bahwa pasar tenaga kerja belum kembali meningkat dapat mengurangi urgensi bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga bulan depan. Namun, variabel yang paling penting terkait arah keputusan suku bunga adalah data inflasi.
Timiraos menyatakan bahwa fokus pasar akan tetap pada inflasi karena tingkat pengangguran terus menurun, dan menambahkan bahwa naik turun tekanan harga dapat menentukan pendekatan Federal Reserve terhadap kebijakan suku bunga.
Dengan demikian, data inflasi yang moderat dapat memperkuat argumentasi bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga. Secara khusus, dua bulan berturut-turut data inflasi moderat dapat diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa perlambatan tekanan harga mulai menjadi tren yang jelas daripada sekadar fluktuasi sementara.
Sebaliknya, data inflasi yang kuat dapat membuat The Fed mempertimbangkan ulang proyeksi inflasi saat ini dan memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga.
Timiraos mengindikasikan bahwa jika inflasi ternyata tinggi, prediksi bahwa target inflasi dapat dicapai tanpa mengubah suku bunga dapat dipertanyakan oleh lebih banyak pejabat The Fed. Ia mencatat bahwa dalam skenario tersebut, dukungan dari pejabat yang mendukung kenaikan suku bunga dalam proses pengambilan keputusan juga dapat meningkat.
