Harga perak melonjak ke level tertinggi enam minggu menjelang data ketenagakerjaan AS
Perak (XAG/USD) melanjutkan reli kuatnya pada hari Jumat, diperdagangkan sekitar $64,10 saat artikel ini ditulis, naik 4,16% dalam sehari. Logam putih ini mencapai level tertinggi baru dalam enam minggu dan berada di jalur untuk kinerja mingguan terbaiknya sejak Februari, didukung oleh memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve (Fed) serta permintaan aset safe-haven yang terus berlanjut.
Namun, pasar tetap berhati-hati menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) pada akhir hari ini. Para ekonom memperkirakan ekonomi AS telah menambah 80 ribu pekerjaan pada bulan Juli setelah 57 ribu pada bulan Juni, sementara Tingkat Pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di 4,2% dan pertumbuhan tahunan Average Hourly Earnings diharapkan tetap 3,5%. Data ini dapat membentuk ulang ekspektasi terhadap jalur kebijakan moneter Fed.
Menurut CME FedWatch Tool, investor telah mengurangi ekspektasi untuk pengetatan moneter tambahan dalam beberapa hari terakhir, sebuah faktor yang terus mendukung logam mulia, yang biasanya berkinerja baik ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mereda.
Sementara itu, perkembangan geopolitik terus mendukung permintaan aset safe-haven. Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah laporan kemungkinan eskalasi yang melibatkan Iran, kelompok Houthi, dan Arab Saudi, serta ketidakpastian yang kembali muncul terkait Selat Hormuz.
Dalam kondisi ini, laporan ketenagakerjaan AS diperkirakan menjadi katalis utama jangka pendek bagi Perak. Laporan yang lebih kuat dari perkiraan dapat membangkitkan lagi ekspektasi Fed yang lebih hawkish dan membatasi kenaikan logam, sementara data yang lebih lemah dapat melemahkan ekspektasi tersebut dan memberikan dukungan tambahan untuk XAG/USD.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
