Seiring dengan meningkatnya pembelian oleh investor besar di pasar Bitcoin, kemungkinan BTC melampaui level $70.000 juga turut dibahas. Berdasarkan data terbaru, para whale Bitcoin telah membeli BTC senilai sekitar $1,2 miliar sejak 29 Juli. Pemulihan permintaan dari investor besar sebagian menutupi kekhawatiran pasar baru-baru ini.
Berdasarkan data on-chain, whale yang memegang antara 10 hingga 10.000 BTC di dompet mereka telah mengakumulasi lebih dari 20.000 BTC secara total selama periode tersebut. Patut dicatat bahwa pembelian ini terjadi ketika harga Bitcoin bergerak di kisaran $65.000.
Indikator on-chain, beserta arus dana ke dalam ETF Bitcoin spot, memberikan sinyal adanya pemulihan permintaan dari investor besar. Minat baru dari investor institusional dianggap sebagai salah satu faktor yang meningkatkan potensi harga Bitcoin untuk bergerak naik dari level saat ini.
Di sisi lain, perilaku investor individu menunjukkan gambaran yang berbeda dibanding whale. Data menunjukkan bahwa investor kecil melakukan penjualan pada periode ini, menjauh dari pasar tidak seperti investor besar. Dengan demikian, terdapat divergensi yang jelas antara investor institusional yang memegang jumlah BTC besar dan investor individu.
Analis pasar menyatakan bahwa jika tren ini berlanjut, ambang batas penting bagi Bitcoin dapat kembali muncul. Akumulasi yang berlanjut oleh para whale dan penjualan yang dilakukan investor individu berpotensi meningkatkan peluang BTC melewati level $70.000.
Namun sebaliknya, Bitcoin berisiko turun ke level $60.000 apabila tekanan jual meningkat. Oleh karena itu, para investor juga memantau dengan cermat perubahan aktivitas whale, aliran dana ETF, dan volume perdagangan.
Baru-baru ini, arah permintaan institusional di pasar Bitcoin telah menjadi indikator signifikan pergerakan harga, dan pembelian whale senilai $1,2 miliar akhir-akhir ini merupakan salah satu perkembangan yang mendukung ekspektasi bullish. Namun, para ahli menekankan bahwa akumulasi whale saja tidak menjamin kenaikan berkelanjutan, dan perkembangan makroekonomi serta ketidakpastian regulasi akan terus memengaruhi harga.

