Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Penjualan ritel Zona Euro secara tak terduga menurun, Jerman dan Prancis memimpin penurunan yang menunjukkan lemahnya konsumsi; apakah turunnya harga energi dapat memulihkan kepercayaan?

Penjualan ritel Zona Euro secara tak terduga menurun, Jerman dan Prancis memimpin penurunan yang menunjukkan lemahnya konsumsi; apakah turunnya harga energi dapat memulihkan kepercayaan?

智通财经智通财经2026/08/06 10:07
Tampilkan aslinya
⑴ Data dari Eurostat menunjukkan bahwa penjualan ritel di zona euro pada bulan Juni turun sekitar 0,3% dibanding bulan sebelumnya, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sekitar 0,1%. Ini juga merupakan penurunan bulanan kedua dalam empat bulan penuh sejak meletusnya konflik geopolitik pada Februari, menandakan momentum pemulihan konsumsi menghadapi hambatan.⑵ Dari sisi negara, penurunan ini terutama disebabkan oleh dua ekonomi terbesar, Jerman dan Prancis, dengan penurunan masing-masing sekitar 1,1% dan 0,5%. Penjualan makanan, minuman, tembakau, serta produk non-makanan semuanya melemah, hanya bahan bakar kendaraan bermotor yang tumbuh sekitar 1,5% berkat penurunan harga energi.⑶ Ekonom ING Group menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi zona euro pada kuartal kedua melampaui Amerika Serikat, data ritel Juni memperkuat anggapan bahwa konsumsi bukanlah pendorong utama pertumbuhan. Setelah konflik geopolitik meletus, kepercayaan konsumen sempat turun ke titik terendah dalam beberapa tahun dan pemulihan kepercayaan ini masih membutuhkan waktu.⑷ Analisis European Central Bank menyatakan perlambatan konsumsi lebih banyak disebabkan oleh tingginya ketidakpastian akibat perang. Rumah tangga berpenghasilan tinggi cenderung mengurangi pengeluaran non-esensial, sementara rumah tangga berpenghasilan rendah mengalami dampak lebih besar karena pengeluaran energi yang lebih besar, sehingga perbedaan perilaku antar kelompok pendapatan memperburuk fluktuasi konsumsi secara keseluruhan.⑸ Indeks kepercayaan konsumen bulan Juli naik untuk bulan ketiga berturut-turut dari posisi terendah, namun masih di bawah level sebelum perang. Jika situasi Selat Hormuz mereda dan harga energi turun lebih jauh, pengeluaran konsumen berpotensi terdorong naik, namun ING Group menyebutkan tingkat tabungan masih lebih tinggi dibanding sebelum pandemi, sehingga kemungkinan terjadinya lonjakan konsumsi dalam jangka pendek relatif terbatas.⑹ Selanjutnya, sorotan tertuju pada data inflasi dan ritel zona euro Juli, perkembangan situasi geopolitik, serta jalur kebijakan European Central Bank dalam memengaruhi kepercayaan konsumsi.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!