Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Menyelamatkan yen berarti menyelamatkan dolar AS

Menyelamatkan yen berarti menyelamatkan dolar AS

华尔街见闻华尔街见闻2026/08/03 21:00
Tampilkan aslinya

Pada 31 Juli, Federal Reserve New York melakukan pembelian yen melalui Goldman Sachs dan Morgan Stanley. Tindakan ini sendiri sudah langka—terakhir kali Amerika Serikat turun tangan langsung untuk menopang yen adalah saat krisis keuangan Asia tahun 1998. Namun yang lebih patut diperhatikan, ada dua pilihan tak biasa yang tersembunyi dalam operasi tersebut.

Pertama, Amerika Serikat membeli yen, menggunakan euro sebagai alat tukar.

Cara paling langsung untuk membeli yen adalah menjual aset dolar AS yang dimiliki dan menukarnya. Di kas negara AS, yang paling melimpah adalah surat utang negara AS. Namun Washington justru memutar cara—mengambil cadangan euro yang dimiliki dan menjualnya, lalu menukarnya dengan yen.

Mengapa harus repot-repot? Jawabannya hanya satu: tidak ingin siapapun menjual surat utang negara AS.

Jika Amerika sendiri menjual surat utang negara AS untuk mengumpulkan dana, pasokan surat utang akan meningkat, harga turun, imbal hasil naik—ini persis hasil yang paling ditakutkan Washington. Jika Jepang juga menjual surat utang negara AS (Jepang adalah pemegang asing terbesar surat utang negara AS, dengan hampir 1,19 triliun dolar AS), dampaknya akan lebih besar. Menggunakan euro adalah cara menghindari surat utang negara AS, sama sekali tidak disentuh.

Kedua, Besant hampir bersamaan mengumumkan bahwa Jepang akan diberi jalur agar bisa mendapat dolar AS tanpa harus menjual surat utang negara AS.

Pada hari yang sama saat intervensi dikonfirmasi, Besant secara terbuka menyerukan di media sosial untuk “memperluas” salah satu alat milik Federal Reserve yang disebut FIMA. Sederhananya, alat ini memungkinkan bank sentral asing menggadaikan surat utang negara AS yang dimiliki ke Federal Reserve, mendapatkan dolar AS jangka pendek, kemudian menukarkannya kembali—seluruh proses tanpa perlu menjual satu lembar surat utang pun di pasar.

Satu sisi membeli yen dengan euro, satu sisi memberi Jepang jalur “bebas jual surat utang”. Kedua langkah ini berujung pada kekhawatiran yang sama: jangan sampai masalah yen berubah menjadi masalah surat utang negara AS.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

"Sekarang saya adalah bandar, jika ingin bertaruh silakan datang" Besant memperingatkan pasar agar tidak melawan dia untuk menjual yen.

Besant mengatakan, "Ketika kami melakukan intervensi terhadap yen, saya benar-benar memahami apa yang akan dilakukan oleh orang Jepang, Bank Sentral Jepang, dan para pembuat keputusan di sana." Dengan dukungan fundamental bahwa Bank Sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, para pelaku short akan menghadapi tekanan ganda berupa intervensi kebijakan dan perubahan arah suku bunga. Analisis menilai bahwa pernyataan tegas Besant bukan hanya memberikan tekanan psikologis, tetapi juga mengisyaratkan tindakan lebih lanjut yang sudah dipersiapkan.

华尔街见闻2026/09/09 00:26

Penutupan pasar saham AS, BNC naik 50,43%

Odaily星球日报2026/09/09 00:16

Menginvestasikan 590 juta dolar untuk mengakuisisi Stride Bank demi mendapatkan lisensi, Chime (CHYM.US) berubah dari “penantang” fintech menjadi “bank berlisensi”

Chime Financial Inc. (CHYM.US) telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi mitra jangka panjangnya, Stride Bank, dengan pembayaran tunai sebesar 590 juta dolar AS. Langkah ini menandai langkah penting perusahaan fintech tersebut dalam mengintegrasikan operasionalnya.

智通财经2026/09/09 00:11
Menginvestasikan 590 juta dolar untuk mengakuisisi Stride Bank demi mendapatkan lisensi, Chime (CHYM.US) berubah dari “penantang” fintech menjadi “bank berlisensi”