Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve mulai mereda
Pada 2 Agustus waktu setempat, Presiden Amerika Serikat Trump mengumumkan pembatalan rencana aksi militer Amerika Serikat di Timur Tengah dan berencana untuk mengadakan perundingan dengan Iran pada sore hari tanggal 3. Dipengaruhi oleh kabar ini, pada sesi perdagangan Asia tanggal 3, harga minyak internasional sempat anjlok lebih dari 6%.
Penurunan tajam harga minyak menekan ekspektasi inflasi pasar, sehingga sedikit meredakan tekanan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Mengenai arah suku bunga Federal Reserve selanjutnya, menurut data “Alat Pengamatan Federal Reserve” CME Group hingga pukul 10 pagi tanggal 3 waktu GMT+8, probabilitas Federal Reserve menaikkan suku bunga pada bulan September adalah 64,6% dan probabilitas mempertahankan suku bunga tetap sebesar 35,4%. Sebelum harga minyak turun, prediksi kenaikan suku bunga bertahan di sekitar 75%. Pada pekan lalu, Federal Reserve mengumumkan tetap mempertahankan kisaran target suku bunga federal fund pada 3,5% hingga 3,75%, keputusan untuk kelima kalinya berturut-turut tahun ini yang sudah sesuai dengan ekspektasi pasar secara luas.
Beberapa analis pasar berpendapat bahwa Federal Reserve mungkin baru akan memulai siklus kenaikan suku bunga pada bulan Desember, namun dengan syarat data inflasi dan pasar tenaga kerja terus menunjukkan kekuatan. Di akhir pekan ini, Amerika Serikat akan merilis laporan tenaga kerja non-pertanian bulan Juli, yang akan semakin memengaruhi prediksi pasar terhadap keputusan suku bunga bulan September. Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik dalam waktu dekat tetap berpotensi mendorong kembali risiko inflasi, pasar masih mencermati kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
