Setelah peningkatan simbolis sebesar 188.000 barel, OPEC+ menunggu pembukaan Selat Hormuz
Pada hari Minggu, OPEC+ menyetujui kenaikan kecil lagi pada kuota produksi minyak mentah, dengan demikian telah menyelesaikan pengembalian bertahap dari rencana pengurangan produksi tahun 2023, sambil tetap mempertahankan opsi untuk secara signifikan meningkatkan pasokan minyak mentah jika situasi konflik di Timur Tengah mereda.
Aplikasi Zhihui Finance APP melaporkan bahwa pada hari Minggu, OPEC+ menyetujui kenaikan kecil lagi kuota produksi minyak mentah, sehingga jadwal pembalikan rencana pengurangan produksi tahun 2023 telah selesai, sembari tetap mempertahankan opsi untuk secara signifikan meningkatkan pasokan minyak mentah jika situasi konflik di Timur Tengah mereda.
Bagi para investor pasar, keputusan ini memberi sinyal bahwa OPEC+ tetap berkomitmen mencari keseimbangan antara kenaikan harga minyak akibat ketidakstabilan kawasan dan potensi kelebihan pasokan di masa depan. Jika ketegangan di sekitar Selat Hormuz mereda, Arab Saudi diperkirakan akan lebih lanjut meningkatkan produksi, sehingga dapat mengurangi tekanan inflasi dan memberikan tekanan penurunan pada harga minyak.
Aliansi negara penghasil yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia sepakat untuk menaikkan target produksi kolektif pada bulan September sebesar 188.000 barel per hari. Namun, kenaikan produksi kali ini lebih bersifat simbolis karena banyak negara anggota, setelah bertahun-tahun kekurangan investasi, sanksi, atau konflik, tidak lagi mampu memenuhi kuota secara penuh.
Peningkatan produksi kali ini menandai bahwa rencana pengurangan produksi demi menopang harga minyak yang diberlakukan pada tahun 2023 telah sepenuhnya dibatalkan sesuai langkah yang direncanakan. Namun, para delegasi peserta menyampaikan bahwa kecuali terjadi perubahan besar pada situasi pasar, kuota produksi diperkirakan tidak akan berubah sepanjang sisa tahun ini.
Keputusan ini diambil saat situasi di kawasan Timur Tengah masih tetap tidak stabil. Konflik yang melibatkan Iran telah mengganggu ekspor minyak, sementara serangan yang dilakukan kelompok Houthi yang didukung Iran terus menjadi ancaman bagi jalur pelayaran Laut Merah. Presiden AS, Trump, pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa selama upaya diplomatik terus berlangsung, Amerika Serikat akan menunda putaran baru serangan terhadap Iran.
Jika ketegangan kawasan mereda dan pelayaran di Selat Hormuz kembali normal, Arab Saudi mungkin memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan produksi. Langkah ini akan membantu mengisi kembali cadangan minyak dunia yang telah menurun tajam, serta membalikkan kondisi pasokan yang kini menyebabkan harga bensin dan solar melonjak.
Namun, tidak semua anggota OPEC+ dapat memperoleh keuntungan dari keputusan tersebut. Rusia, akibat sanksi Barat, terus memproduksi di bawah kuota, sementara Kazakhstan menghadapi masalah gangguan ekspor dan telah beberapa kali melampaui target produksinya. Arab Saudi masih memegang porsi kapasitas cadangan terbesar dalam organisasi tersebut.
Ke depan, OPEC+ akan kembali menggelar pertemuan pada awal September dan tengah menanti hasil evaluasi independen terhadap kapasitas produksi masing-masing negara anggota. Laporan tinjauan yang diperkirakan akan terbit akhir tahun ini dapat berdampak pada kuota produksi tahun 2027, serta lebih lanjut membentuk keseimbangan strategi jangka panjang organisasi antara menopang harga minyak dan mempertahankan pangsa pasar.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
"Sekarang saya adalah bandar, jika ingin bertaruh silakan datang" Besant memperingatkan pasar agar tidak melawan dia untuk menjual yen.
Besant mengatakan, "Ketika kami melakukan intervensi terhadap yen, saya benar-benar memahami apa yang akan dilakukan oleh orang Jepang, Bank Sentral Jepang, dan para pembuat keputusan di sana." Dengan dukungan fundamental bahwa Bank Sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, para pelaku short akan menghadapi tekanan ganda berupa intervensi kebijakan dan perubahan arah suku bunga. Analisis menilai bahwa pernyataan tegas Besant bukan hanya memberikan tekanan psikologis, tetapi juga mengisyaratkan tindakan lebih lanjut yang sudah dipersiapkan.
Kenaikan saham Korea meningkat lebih dari 1%.
Penutupan pasar saham AS, BNC naik 50,43%
Menginvestasikan 590 juta dolar untuk mengakuisisi Stride Bank demi mendapatkan lisensi, Chime (CHYM.US) berubah dari “penantang” fintech menjadi “bank berlisensi”
Chime Financial Inc. (CHYM.US) telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi mitra jangka panjangnya, Stride Bank, dengan pembayaran tunai sebesar 590 juta dolar AS. Langkah ini menandai langkah penting perusahaan fintech tersebut dalam mengintegrasikan operasionalnya.

