Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Perusahaan minyak Inggris akan menjual bisnis minyak dan gas Laut Utara.

Perusahaan minyak Inggris akan menjual bisnis minyak dan gas Laut Utara.

智通财经智通财经2026/07/31 15:06
Tampilkan aslinya
```htmlPerusahaan British Petroleum pada 31 Juli mengumumkan akan menjual bisnis minyak dan gas alamnya yang berada di Laut Utara, mengakhiri aktivitas selama lebih dari 60 tahun di wilayah tersebut. Menurut analis industri, langkah ini terkait dengan perubahan kebijakan energi Inggris yang sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir serta penurunan produksi minyak dan gas di Laut Utara. Menurut laporan Reuters, CEO baru British Petroleum, Meg O’Neill, dalam pernyataan mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk memfokuskan dana pada pengembangan “kesempatan bernilai tertinggi”, sehingga memutuskan untuk menjual bisnis minyak dan gas Laut Utara. British Petroleum telah menjalankan bisnis minyak dan gas di Laut Utara selama lebih dari 60 tahun, dan saat ini mengelola lima pusat produksi utama di sana, termasuk ladang minyak Clair yang merupakan yang terbesar di landas kontinen Inggris. Sekitar 5% produksi minyak dan gas British Petroleum pada tahun 2025 berasal dari Laut Utara, dengan produksi harian sekitar 117 ribu barel setara minyak. Sehari sebelum British Petroleum mengumumkan penjualan bisnis Laut Utara, Perdana Menteri Inggris yang baru, Keir Starmer, menyatakan akan mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya minyak dan gas Laut Utara dengan sikap yang “pragmatis”. Chris Beauchamp, Kepala Analis Pasar di IG Group yang berbasis di London, menafsirkan hal ini, “Jelas British Petroleum merasa bahwa ketika sangat membutuhkan pengembangan ladang minyak dan gas baru, menunggu apakah pemerintahan baru dapat menghidupkan kembali kebijakan energi Inggris akan memakan waktu lama, dan menunggu pemerintah mengambil tindakan bukan cara yang bijak untuk memanfaatkan sumber daya.” Menurut laporan Reuters, pelaku industri minyak dan gas Inggris berpendapat bahwa dalam beberapa tahun terakhir Inggris telah beberapa kali menyesuaikan sistem pajak untuk industri minyak dan gas, dan ketidakpastian kebijakan ini merusak kepercayaan perusahaan untuk berinvestasi pada sumber daya minyak dan gas di landas kontinen Inggris. Produksi minyak dan gas dari ladang Laut Utara telah turun drastis, dari rata-rata harian 4.5 juta barel setara minyak pada awal abad ini menjadi sekitar 1 juta barel setara minyak per hari pada tahun 2025. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah raksasa energi multinasional seperti ExxonMobil, Chevron, ConocoPhillips, Shell, Total, dan Eni telah mengurangi bisnis minyak dan gas mereka di Laut Utara. (Xinhua)```
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!