Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 1% dan memberikan sinyal pengetatan
Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level 1% sambil memberikan sinyal pengetatan lebih lanjut, seiring para pembuat kebijakan berupaya menstabilkan yen setelah intervensi pemerintah di pasar valuta asing dan mengevaluasi prospek ekonomi negara yang membaik.
Investor menunggu laporan proyeksi terbaru dari BOJ dan pengarahan Gubernur Kazuo Ueda untuk mendapatkan petunjuk tentang laju pengetatan kebijakan di masa mendatang.
Bank sentral diperkirakan akan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal 2026 sembari memangkas sedikit proyeksi inflasinya, meskipun tekanan harga impor yang berkelanjutan akibat pelemahan yen diperkirakan tetap mendorong tingkat inflasi tinggi. Para analis juga menyebutkan bahwa anggota dewan kebijakan Hajime Takata mungkin akan berbeda pendapat dengan mengusulkan kenaikan suku bunga seperempat poin secara langsung.
Keputusan bank sentral ini mengikuti langkah Federal Reserve untuk menahan suku bunga tetap.
Analis memperkirakan BOJ akan terus secara bertahap menormalkan kebijakan setelah kenaikan suku bunga bulan Juni, dengan sebagian besar memperkirakan kenaikan lagi sebelum akhir tahun. Data terbaru yang menunjukkan aktivitas manufaktur yang lebih kuat dan inflasi yang lebih tinggi di Tokyo mengindikasikan bahwa ekonomi tetap tangguh meski ada kenaikan biaya energi dan gangguan akibat konflik Timur Tengah.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Perak spot mencapai 67 dolar/ons, naik 1,93% dalam sehari.
Harga spot platinum menembus 1900 dolar AS per ons, naik 4,49% dalam satu hari.
Emas spot menembus level $4.390 per ons, naik 0,75% hari ini.
Harga spot platinum menembus 1910 dolar AS per ons, naik 5,05% dalam sehari.
