Di Amerika Serikat, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) menunjukkan penurunan terbatas pada bulan Juni, namun inflasi tetap berada di atas target 2% dari Fed. Pemulihan kuat dalam pengeluaran konsumen pada kuartal kedua menunjukkan bahwa ekonomi Amerika tetap tangguh meski suku bunga tinggi dan harga energi meningkat.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat, pengeluaran konsumen yang merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi, meningkat sebesar 3,2 persen secara tahunan pada kuartal kedua tahun ini. Pengeluaran hanya tumbuh sebesar 0,5 persen pada kuartal pertama.
Inflasi PCE inti turun dari 3,4 persen di bulan Juni menjadi 3,3 persen. Meskipun penurunan ini dipandang sebagai sinyal positif bagi pejabat Fed, fakta bahwa kenaikan harga tetap jauh di atas target bank sentral menyebabkan ketidakpastian terkait kebijakan moneter masih berlanjut.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengatakan dalam konferensi pers kemarin bahwa keputusan kebijakan moneter akan berfokus tidak hanya pada data PCE, tetapi juga pada indikator inflasi yang lebih luas. Warsh juga menambahkan bahwa ekonomi Amerika tetap tangguh.
Para ekonom mengatakan lonjakan kembali harga energi merupakan salah satu risiko paling signifikan yang dihadapi ekonomi Amerika pada paruh kedua tahun ini. Akselerasi baru dalam harga minyak dan penguatan tekanan inflasi dapat mendorong Fed untuk memperketat kebijakan moneter lebih lanjut.
Lingkungan inflasi tinggi juga membuat konsumen menjadi lebih sensitif terhadap harga produk. Chief Financial Officer Procter & Gamble, Andre Schulten, menyatakan bahwa konsumen bertindak dengan hati-hati namun pengeluaran tetap stabil, dan menambahkan bahwa setiap konsumen berfokus mendapatkan nilai terbaik untuk uang mereka.
Ekonom Citigroup Andrew Hollenhorst dan Veronica Clark menyatakan bahwa keputusan Warsh untuk lebih banyak menimbang indikator inflasi selain PCE dapat mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Para ekonom mencatat bahwa indeks harga konsumen inti berada pada 2,6 persen, lebih dekat dengan target 2 persen Fed dibandingkan PCE inti. Hollenhorst dan Clark menyatakan bahwa indikator yang lebih luas yang diikuti Warsh dapat menunjukkan dengan lebih jelas bahwa tidak ada akselerasi inflasi yang mengkhawatirkan dalam beberapa bulan mendatang.
Pasar saat ini memperkirakan peluang 59% Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September. Namun, ekonom Citigroup percaya ekspektasi ini mungkin terlalu tinggi dan kenaikan suku bunga baru mungkin tidak terjadi dalam waktu dekat.


