Bloomberg: Nscale berencana mengakuisisi perusahaan perangkat lunak komputasi Anyscale dengan nilai 1.65 miliar dolar AS
Foresight News melaporkan, mengutip Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, bahwa penyedia layanan cloud Nscale berencana mengakuisisi perusahaan perangkat lunak komputasi Anyscale senilai 1,65 miliar dolar AS. Sebagai bagian dari transaksi ini, sekitar 200 karyawan perusahaan tersebut akan seluruhnya bergabung dengan Nscale. Anyscale sebelumnya telah menyelesaikan pendanaan pada tahun 2022, dengan valuasi melebihi 1 miliar dolar AS.
Nscale didirikan pada awal tahun 2024, sebelumnya merupakan sebuah perusahaan penambangan cryptocurrency, dan berkantor pusat di London. Perusahaan ini menyediakan layanan penyewaan kapasitas komputasi khusus kecerdasan buatan dan sedang mengembangkan pusat data berskala besar, termasuk pusat data yang berlokasi di Norwegia dan West Virginia. Nscale tahun lalu menyatakan berencana untuk melakukan IPO, paling cepat bisa dilakukan pada paruh kedua tahun 2026.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Status sebagai saham S&P 100 selama 18 tahun akan berakhir! Nike (NKE.US) segera mengklarifikasi: masih menjadi saham S&P 500.
Nike akan segera dikeluarkan dari indeks S&P 100, mengakhiri sejarahnya sebagai saham komponen selama hampir 18 tahun. Menanggapi pertanyaan pasar terkait berita tersebut, tim hubungan investor Nike menegaskan bahwa penyesuaian ini hanya melibatkan indeks S&P 100, dan Nike masih merupakan saham komponen dari indeks S&P 500.

Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

