Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
"Sang Dewa Saham AI Tak Mampu Bertahan": Leopold Mencari Pendanaan, Serenity Sudah Mundur 50%

"Sang Dewa Saham AI Tak Mampu Bertahan": Leopold Mencari Pendanaan, Serenity Sudah Mundur 50%

BlockBeatsBlockBeats2026/07/30 06:31
Tampilkan aslinya

BlockBeats melaporkan, pada 30 Juli, perdagangan AI belakangan ini mengalami penurunan tajam, dari saham Amerika hingga saham teknologi Asia, aset ber-beta tinggi bersama-sama tertekan. Nasdaq 100 turun jelas dari puncaknya, beberapa saham infrastruktur dasar AI, komputasi awan, listrik dan rantai semikonduktor mengalami penurunan dua digit; KOSPI Korea bahkan menjadi penguat dalam aksi jual kali ini, indeks turun hampir 40% sejak puncak pertengahan Juni, dengan penurunan intraday terbesar hampir mencapai 44%. Rantai daya komputasi AI yang sebelumnya diminati modal, kini mengalami de-leveraging cepat dan penilaian ulang secara besar-besaran.


Dalam situasi ini, para "dewa saham" yang sebelumnya sangat populer pun tidak mampu menyelamatkan diri dari penurunan. Menurut laporan Financial Times, hedge fund bertema AI Situational Awareness yang didirikan mantan peneliti OpenAI Leopold Aschenbrenner kini mencari suntikan dana baru. Setelah saham-saham terkait AI belakangan ini terkoreksi tajam, hedge fund yang terkenal dengan taruhan terfokus tinggi pada rantai industri AI ini mengalami kerugian signifikan, dan berupaya menambah modal melalui komunikasi dengan investor serta potensi penjualan aset.


Penggalangan dana ini dengan cepat menjadi peristiwa ikonik setelah tren perdagangan AI mereda. Dalam setahun terakhir, pasar bersedia membayar valuasi tinggi untuk daya komputasi, chip, listrik, dan infrastruktur awan; namun kini, dengan volatilitas tajam pada KOSPI Korea, Nasdaq 100, serta berbagai saham infrastruktur AI, investor mulai meninjau kembali siklus imbal hasil, risiko leverage, dan tingkat kepadatan kepemilikan pada rantai industri AI.


Koreksi serupa juga terjadi pada Serenity si "dewa saham rambut putih" yang dikenal di kalangan investor berbahasa Mandarin. Serenity adalah trader anonim yang aktif di platform X, tanpa dokumen regulasi yang mengungkap portofolio lengkap, sehingga pihak luar tidak dapat memastikan posisi dan bobot portofolionya secara pasti. Namun, ia sudah beberapa kali membahas secara terbuka kerangka rantai pasokan AI miliknya sendiri, dan menyebut portofolionya terfokus pada penyimpanan, fotonik, robotik, serta komponen “bottleneck AI” seperti semikonduktor hulu.


Kepopuleran Serenity didorong oleh keberhasilannya lebih awal mengidentifikasi saham bereaksi tinggi di rantai industri mendalam. Ia pernah secara spesifik menyebut arah seperti SIVE, NBIS, AXTI, CCXI, mencakup CPO light source, material InP, AI cloud, hingga robot humanoid dalam berbagai sub-sektor. Saat pasar sedang positif, saham-saham tersebut memiliki elastisitas jauh di atas saham teknologi arus utama, sehingga membuat Serenity dengan cepat menjadi legenda di platform sosial.


Namun, dampak balik dari aset berelastisitas tinggi pun sangat signifikan. Pertengahan Juli, Serenity menyebut di X bahwa setelah kejatuhan pasar belakangan ini, portofolionya mengalami penurunan maksimum hingga 49,4% bulan ini. Ia lalu menjelaskan, jika menggunakan leverage 1,4 kali dan aset inti di bidang penyimpanan serta fotonik turun rata-rata sekitar 35%, maka penurunan portofolio mendekati 49% memang bukan hal yang mengejutkan.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!