Ekonom BIS memperingatkan: Tren AI meningkatkan risiko kesalahan kebijakan moneter bank sentral
Jinse Finance melaporkan bahwa pada 29 Juli, menurut laporan Yonhap News Agency, para ekonom dari Bank for International Settlements (BIS) memperingatkan dalam analisis pengumuman bulanan mereka bahwa tren AI saat ini tengah mengaburkan sinyal ekonomi dan meningkatkan risiko bank sentral membuat kesalahan kebijakan yang serius. Analisis tersebut menunjukkan bahwa dampak AI terhadap investasi, perdagangan, dan harga aset telah mencapai skala "teramati", cukup untuk mempengaruhi prospek ekonomi global secara real-time, serta tetap mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah sengketa perdagangan dan guncangan geopolitik. Pengeluaran pusat data AS dan fasilitas manufaktur TI telah meningkat menjadi 0,8% dari PDB, dan efek kekayaan dari kenaikan harga saham yang dipicu AI juga mendorong konsumsi.
Pada saat yang sama, jika AI meningkatkan produktivitas atau menimbulkan kekhawatiran tentang pengangguran, ini mungkin memberikan efek deflasi. Para ekonom BIS memperingatkan bahwa efek inflasi jangka pendek mungkin sudah mulai terlihat, sedangkan efek deflasi akan lebih bertahap; dan jika bank sentral melebih-lebihkan peningkatan produktivitas atau meremehkan pertumbuhan permintaan dasar, mereka akan menghadapi risiko suku bunga yang tetap terlalu rendah dan inflasi yang tidak terkendali.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
