Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Pratinjau keputusan Federal Reserve: Menahan suku bunga masih jadi dasar, risiko kenaikan suku bunga secara tak terduga tidak bisa diabaikan

Pratinjau keputusan Federal Reserve: Menahan suku bunga masih jadi dasar, risiko kenaikan suku bunga secara tak terduga tidak bisa diabaikan

BlockBeatsBlockBeats2026/07/28 07:43
Tampilkan aslinya

BlockBeats melaporkan, pada 28 Juli, pasar saham AS menghadapi ujian ganda minggu ini dengan keputusan suku bunga dan laporan keuangan sektor teknologi. Federal Reserve akan mengumumkan keputusan suku bunga pada 29 Juli pukul 14:00 waktu bagian timur AS, dengan konferensi pers pada pukul 14:30; untuk zona waktu GMT+8, jadwalnya adalah 30 Juli pukul 2:00 dan 2:30 dini hari. Saat ini, kisaran target suku bunga dana federal berada pada 3,50%-3,75%. Pasar masih cenderung bertaruh suku bunga tetap, namun risiko kenaikan suku bunga yang tidak terduga telah diperdagangkan sekitar sepertiga.


Tim David Mericle dari Goldman Sachs mengatakan keputusan Federal Reserve minggu ini "sangat tidak pasti". Mereka menilai, data inflasi Juni yang melemah telah mengurangi alasan untuk menaikkan suku bunga segera, dan dalam sejarah, Federal Reserve juga jarang menaikkan suku bunga secara tiba-tiba, sehingga sebagian besar anggota kemungkinan tidak akan mendukung tindakan dalam waktu dekat. Namun, harga pasar menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan kenaikan 25 basis poin.


Pendapat Michael Feroli dari JPMorgan lebih berhati-hati. Ia menilai, kerangka kebijakan dan reformasi mekanisme komunikasi yang didorong Ketua Federal Reserve Warsh sulit untuk mengubah jalur suku bunga dalam waktu singkat. JPMorgan masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah selama sisa tahun 2026, dan kenaikan selanjutnya baru akan terjadi pada September 2027. Feroli juga menekankan bahwa pelunakan CPI memberi FOMC waktu, namun Federal Reserve tetap menjaga sikap ketat.


Sebaliknya, Kepala Ekonom Renaissance Macro, Neil Dutta, memperingatkan pasar agar waspada terhadap kenaikan suku bunga mendadak pada Juli. Ia menilai, pasar tenaga kerja masih kuat, investasi AI mendorong permintaan, harga minyak dan inflasi jasa masih tinggi, serta tekanan tarif tetap ada—faktor-faktor ini bisa mendorong Federal Reserve bertindak lebih cepat. Bagi pasar saham AS, ketidakpastian suku bunga ditambah laporan keuangan dari raksasa teknologi seperti Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon akan berdampak langsung pada risiko saham bertumbuh bernilai tinggi dan minat perdagangan AI.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!