Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Harga minyak terus turun dan mencapai titik terendah dalam seminggu, Oman mengusulkan pengelolaan bersama Selat Hormuz di wilayah tersebut.

Harga minyak terus turun dan mencapai titik terendah dalam seminggu, Oman mengusulkan pengelolaan bersama Selat Hormuz di wilayah tersebut.

智通财经智通财经2026/07/28 07:21
Tampilkan aslinya
```html1. Harga minyak internasional turun selama tiga hari berturut-turut pada hari Selasa, kontrak berjangka Brent September sempat turun 2,7% menjadi 85,94 dolar AS per barel, kontrak berjangka minyak mentah AS September sempat turun 2,4% menjadi 80,60 dolar AS per barel, keduanya mencatatkan titik terendah dalam satu minggu. Pasar berharap konflik antara AS dan Iran dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi, namun volume pelayaran di Selat Hormuz yang terus lesu serta risiko gangguan pasokan memberikan dukungan tertentu untuk harga minyak.2. Pada perdagangan sebelumnya, kedua kontrak mengalami penurunan sekitar 8% akibat penangguhan serangan udara AS terhadap Iran pada akhir pekan, mencapai titik terendah sejak 20 Juli.3. Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa kedua belah pihak sedang melakukan "dialog yang baik" dan mungkin dapat mencapai kesepakatan terkait konflik, namun memperingatkan bahwa serangan udara akan dilanjutkan jika negosiasi tidak berhasil. Analis IG menunjukkan bahwa tekanan kenaikan harga minyak mereda untuk sementara karena tanda-tanda meredanya ketegangan, namun secara umum situasinya sangat tidak pasti.4. Menteri Luar Negeri Yaman yang akan menjabat mengatakan bahwa kelompok Houthi sedang mencoba meniru strategi Iran di Selat Hormuz di Selat Bab el-Mandeb. Para analis berpendapat bahwa meskipun kemampuan penuh untuk memblokir selat oleh kelompok Houthi masih dipertanyakan, volume pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz telah menurun secara signifikan. Alasan utama harga minyak tidak melonjak lebih jauh adalah karena permintaan di Asia menurun.5. Dari sisi pasokan, terminal Laut Hitam milik konsorsium pipa Kaspia di pesisir Rusia telah kembali melakukan pemuatan minyak setelah sempat menghentikan operasi selama satu minggu akibat serangan drone, memberikan tekanan bagi harga minyak. Namun, Arab Saudi berhasil mencegat drone yang menargetkan fasilitas minyak dan tetap mempertahankan hak untuk melakukan serangan balasan, menunjukkan risiko gangguan pasokan masih ada. Data Barclays menunjukkan bahwa hingga minggu yang berakhir pada 24 Juli, ekspor minyak mentah dan produk minyak melalui Selat Hormuz rata-rata 2,9 juta barel per hari, jauh lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 5,9 juta barel per hari.6. Di bidang diplomasi, seorang sumber dari Teluk mengungkapkan bahwa Oman telah mengajukan usulan mekanisme pengelolaan bersama Selat Hormuz oleh negara-negara di kawasan, dengan sistem pembayaran sukarela, dan telah mendapat dukungan dari negara-negara Teluk. Usulan ini mengadopsi model Selat Malaka, di mana pengguna selat secara sukarela menyediakan dana untuk keamanan pelayaran, perlindungan lingkungan, dan operasi pencarian dan penyelamatan.```
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!